Media Asuransi, JAKARTA – Pengamat Asuransi Tri Joko Santoso optimistis instrumen investasi seperti Surat Berharga Negara (SBN) akan tetap menjadi primadona dibandingkan dengan produk unitlink.
Tri mengungkapkan alasan SBN masih menjadi primadona karena karakter dari produk asuransi masih banyak yang menjual dengan prinsip tradisional. Kondisi itu yang akhirnya membuat industri asuransi Tanah Air lebih mengakses investasi yang risikonya lebih aman.
“Produk ini masih akan menjadi primadona dibandingkan dengan unitlink,” kata Tri, kepada Media Asuransi, dikutip Rabu, 7 Januari 2026.
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan menambahkan instrumen investasi seperti SBN masih menjadi instrumen penting di lini asuransi umum.
|Baca juga: AAUI Nilai Asuransi Perjalanan Wajib bagi Wisman Penting untuk Tekan Risiko Wisata Alam
|Baca juga: Asuransi Wajib Wisman Disebut Berpotensi Untungkan Joint Venture, Ini Respons Bos AAUI
|Baca juga: OJK Pastikan Implementasi PSAK 117 di Industri Asuransi RI Berjalan dengan Baik
“Dari data OJK, porsi SBN masih mendominasi investasi asuransi umum karena memberikan kombinasi antara tingkat keamanan yang tinggi, imbal hasil yang relatif stabil, serta dukungan terhadap kebijakan pengelolaan aset dan liabilitas,” kata Budi.
Bahkan, tutur Budi, memasuki 2026, tren pemilihan SBN diperkirakan masih terus berlanjut, meskipun tidak menutup kemungkinan terjadi diversifikasi secara selektif ke instrumen lain seperti obligasi korporasi berkualitas tinggi atau reksa dana, sepanjang tetap memerhatikan profil risiko dan ketentuan regulasi.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
