1
1

Pensiun Bukan Akhir Karier, Lansia Singapura Pilih Tetap Bekerja

Ilustrasi. | Foto: kstudio/Freepik

Media Asuransi, GLOBAL – Mayoritas warga lanjut usia di Singapura berencana tetap bekerja melewati usia pensiun tradisional. Hal itu karena merasa belum siap secara finansial maupun mental menghadapi masa depan.

Melansir Insurance Asia, Jumat, 27 Februari 2026, studi terbaru dari Sun Life Singapore menunjukkan 73 persen responden secara umum dan 80 persen individu berpenghasilan tinggi berniat terus bekerja setelah memasuki usia pensiun.

Alasannya tak melulu soal uang. Sebagian responden ingin tetap aktif secara mental dan menjaga relasi sosial. Namun hampir separuh kelompok berpenghasilan tinggi mengakui tetap membutuhkan tambahan penghasilan demi kebutuhan hidup dan keamanan finansial jangka panjang.

|Baca juga: AASI Siap Jadi Fasilitator dan Jembatan Komunikasi untuk Optimalkan Spin-Off UUS Asuransi

|Baca juga: Presiden Direktur Sun Life Resmi Pimpin AAJI 2026-2028

|Baca juga: Tambah Investasi, Direktur XL Axiata (EXCL) Yessie Yosetya Borong 140 Ribu Lembar Saham

Tekanan biaya hidup menjadi kekhawatiran utama, terutama terkait pengeluaran masa depan dan inflasi. Perencanaan pensiun pun dinilai masih minim, karena sebagian baru mulai menyiapkannya dalam dua tahun sebelum berhenti bekerja penuh waktu. Dampaknya, tingkat kepercayaan terhadap strategi pensiun masih relatif rendah.

Beban keluarga turut memperberat kondisi. Banyak responden harus menopang orang tua sekaligus anak, sehingga sebagian menunda pensiun atau menurunkan ekspektasi gaya hidup. Bahkan mayoritas memperkirakan tetap memberi dukungan finansial kepada keluarga setelah pensiun.

Dari sisi kesehatan, responden dengan kondisi mental dan fisik yang baik cenderung lebih optimistis terhadap masa pensiun. Sebaliknya, kesehatan yang menurun menjadi alasan utama sebagian orang pensiun lebih cepat dari rencana.

Menariknya, terjadi pergeseran pola pengambilan keputusan keuangan. Penggunaan Generative AI meningkat signifikan dalam setahun terakhir, sementara konsultasi ke bank dan penasihat keuangan tradisional justru menurun.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post 3 Pesan Wamenkeu untuk Perkuat Peran PT SMI sebagai Instrumen Fiskal
Next Post IHSG Melemah di Sesi I Jumat

Member Login

or