Media Asuransi, GLOBAL – Perusahaan asuransi kelautan di Hong Kong menemukan peluang yang lebih besar untuk memberikan perlindungan risiko perang dengan biaya lebih rendah kepada pemilik kapal dari Hong Kong dan China.
Melansir Asia Insurance Review, Kamis, 12 Maret 2026, perang Timur Tengah telah menyoroti kemampuan kota tersebut dalam menyediakan perlindungan risiko perang dengan biaya yang lebih rendah bagi pasar London, kata sebuah laporan di South China Morning Post.
Otoritas asuransi telah mendukung perusahaan asuransi lokal untuk meluncurkan kelompok asuransi khusus risiko perang pada November 2025, yang sekarang mencakup 10 kapal China daratan yang berlayar di kawasan Teluk.
|Baca juga: HUT ke-48 APPARINDO Jadi Momentum Perkuat Peran Industri Pialang Asuransi
|Baca juga: Milenial hingga Gen Z Dinilai Jadi Motor Percepatan Inklusi Keuangan Syariah
Kelompok tersebut didukung oleh lima perusahaan asuransi Hong Kong, dan menawarkan kompensasi hingga US$130 juta bagi pemilik kapal di Hong Kong dan daratan terhadap risiko perang dan keadaan darurat.
Lebih lanjut, konflik di Timur Tengah telah menunjukkan kumpulan risiko khusus kelautan diperlukan untuk memberikan perlindungan asuransi kepada pemilik kapal, yang jika tidak, harus bergantung pada pasar London untuk mendapatkan perlindungan.
Sebagai informasi, menurut data pemerintah, Hong Kong memiliki daftar kapal terbesar keempat di dunia yakni setelah Panama, Liberia, dan Kepulauan Marshall, dengan 2.600 kapal dengan total berat 130 juta ton kotor dan memiliki 82 perusahaan asuransi pelayaran resmi.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
