Media Asuransi, GLOBAL – Data dari General Insurance Association (GIA) menunjukkan segmen asuransi umum domestik di Singapura mengalami kenaikan premi bruto sebesar 8,4 persen secara tahunan (yoy) menjadi US$4,76 miliar (S$6,1 miliar) pada 2025.
Gabungan premi bruto untuk segmen domestik dan luar negeri naik 3,7 persen menjadi US$8,74 miliar (S$11,2 miliar). Klaim bersih yang timbul untuk segmen domestik meningkat pada periode yang sama yakni 8,7 persen (yoy) menjadi US$1,40 miliar (S$1,8 miliar) atau meningkat US$112,48 juta (S$144,2 juta) dari 2024.
|Baca juga: Presdir BCA Hendra Lembong Borong Saham BBCA
|Baca juga: OJK Yakin Pembangunan Kampung Nelayan Jadi Angin Segar bagi Industri Asuransi
“Peningkatan klaim terjadi pada beberapa segmen usaha dalam negeri, termasuk asuransi kendaraan bermotor dan properti,” ujar GIA, dikutip dari Insurance Asia, Jumat, 27 Maret 2026.
Meskipun pendapatan meningkat, namun klaim biaya bersih untuk pasar domestik juga meningkat. Klaim tercatat naik 8,7 persen (yoy) menjadi US$1,40 miliar (S$1,8 miliar), naik sebesar US$112,48 juta (S$144,2 juta) dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut sebagian besar didorong oleh segmen asuransi kendaraan bermotor dan properti. Klaim asuransi kendaraan bermotor juga mengalami peningkatan sebesar 11 persen (yoy), meskipun jumlah total kecelakaan tetap stabil.
GIA mengaitkan hal itu dengan tingkat keparahan kecelakaan yang lebih tinggi, dan mencatat kematian akibat kecelakaan lalu lintas mencapai angka tertinggi dalam 10 tahun pada tahun tersebut.
|Baca juga: OJK Ungkap Penempatan Investasi Industri Asuransi di Instrumen Emas Masih Kecil
|Baca juga: Bos OJK Ungkap Update Program Penjaminan Polis Asuransi
Klaim properti juga meningkat, menyusul peningkatan insiden kebakaran sebesar tiga persen (yoy) menjadi 2.050 kasus, seperti yang dilaporkan oleh Pasukan Pertahanan Sipil Singapura, dan beberapa kerugian properti berskala besar.
Kinerja penjaminan industri tetap kuat meskipun kondisi klaim lebih tinggi. Laba penjaminan dalam negeri tumbuh 32 persen (yoy) menjadi US$225,42 juta (S$289 juta) pada 2025, naik dari US$170,82 juta (S$219 juta) pada 2024.
Presiden GIA Ronak Shah menyatakan peningkatan klaim menyoroti peran industri dalam membantu bisnis dan individu pulih secara finansial dari kecelakaan lalu lintas, kebakaran, atau krisis di luar negeri.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
