Media Asuransi, JAKARTA – Industri asuransi Singapura mencatat pemulihan pada 2024 setelah terkontraksi setahun sebelumnya. Total premi bruto industri tumbuh 10,67 persen secara tahunan, didorong ekspansi perusahaan asuransi ke produk wealth management, investasi, dan solusi pensiun.
Melansir Insurance Asia, Selasa, 6 Januari 2026, hal itu terungkap berdasarkan pemeringkatan Top 50 Insurance 2024 yang mengacu pada data Monetary Authority of Singapore. Pertumbuhan terjadi di dua segmen utama, yakni premi asuransi jiwa meningkat 10,93 persen, sedangkan premi asuransi umum tumbuh 1,61 persen.
Capaian tersebut membalikkan kontraksi sekitar sembilan persen pada 2023, ketika permintaan asuransi jiwa melemah dan dana masyarakat lebih banyak dialihkan ke instrumen deposito di tengah suku bunga tinggi.
Daftar Top 50 Insurance 2024 memuat 18 perusahaan asuransi jiwa, 30 asuransi umum, dan dua reasuransi jiwa, mencerminkan struktur pasar asuransi Singapura yang beragam.
Segmen asuransi jiwa masih mendominasi nilai premi. Great Eastern Life Assurance berada di peringkat pertama dengan premi US$10,2 miliar atau setara S$13,2 miliar pada 2024. Posisi berikutnya ditempati Prudential dengan premi US$7,4 miliar atau S$9,6 miliar, diikuti AIA Singapore, Manulife Singapore, dan Singlife.
|Baca juga: OJK Disebut Perlu Fokus Kaji Asuransi Bencana ketimbang Asuransi Wajib Perjalanan bagi Wisman
|Baca juga: Medco (MEDC) Beberkan Penggunaan Dana Obligasi Rp1 Triliun, untuk Apa Saja?
|Baca juga: Nasabah Kini Lebih Memilih Premi Asuransi Tunggal dari Reguler, Bos OJK Ungkap Penyebabnya!
Berdasarkan data Life Insurance Association of Singapore, pertumbuhan asuransi jiwa pada 2024 terutama ditopang produk berbasis investasi dan layanan perencanaan keuangan bagi nasabah kelas menengah atas dan high-net-worth.
Sepanjang tahun lalu, industri asuransi jiwa membayarkan klaim dan manfaat sebesar US$14 miliar atau sekitar S$18,1 miliar, meningkat 33,4 persen secara tahunan seiring bertambahnya klaim dan polis jatuh tempo.
Sementara itu, kinerja asuransi umum didukung oleh segmen kendaraan bermotor, kesehatan, dan properti. Data General Insurance Association menunjukkan ketiga segmen tersebut masing-masing menyumbang pangsa premi 21,6 persen, 20,5 persen, dan 14,8 persen.
Peningkatan pemanfaatan layanan kesehatan dan permintaan asuransi kendaraan menopang premi, meskipun tingkat persaingan antarperusahaan masih tinggi.
Dari sisi reasuransi, AM Best menilai industri asuransi Singapura berada dalam lingkungan risiko yang semakin kompleks, namun masih relatif stabil. Ketidakpastian ekonomi global, tekanan biaya kesehatan, perubahan regulasi, serta volatilitas pasar keuangan diperkirakan menjadi faktor yang memengaruhi kinerja industri pada 2025 hingga 2026.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
