Media Asuransi, GLOBAL – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan program asuransi AS yang dirancang untuk meningkatkan pengiriman melalui Selat Hormuz akan segera dimulai.
Dirinya menyampaikan pengumuman tersebut saat rapat kabinet Presiden Donald Trump di Gedung Putih. Amerika Serikat akan memberikan reasuransi atas kerugian hingga US$20 miliar di kawasan Teluk untuk membantu memulihkan kepercayaan bagi pengirim minyak, bensin, LNG, bahan bakar jet, dan pupuk selama perang melawan Iran.
Trump mengatakan Gedung Putih akan menawarkan pengawalan angkatan laut, asuransi risiko politik dan jaminan keamanan finansial semua perdagangan maritim, terutama energi, yang melakukan perjalanan melalui Teluk.
|Baca juga: Lembaga Penjamin Polis Segera Terbentuk, Sequis Life: Upaya Melindungi Masyarakat
|Baca juga: AAUI: Perbaikan NPL Kredit Properti Sinyal Positif untuk Lini Asuransi Kredit
Hal itu dilakukan dalam upaya untuk mendinginkan harga energi yang melonjak dan memberikan perlindungan finansial kepada perusahaan pelayaran maritim di tengah perang di Timur Tengah.
“Pasar minyak mempunyai pasokan yang baik. Kami telah mengambil tindakan untuk memastikan bahwa pasokan minyak yang terdampar di laut tersedia untuk pasar global,” kata Bessent, dikutip dari Shipping Telegraph, Rabu, 1 April 2026.
“Tindakan berani, seperti program reasuransi maritim Development Finance Corporation, bersama dengan komando pusat, akan segera memberikan tingkat keamanan yang belum pernah kita lihat sebelumnya kepada para pengirim barang melalui kawasan Teluk,” tambahnya.
|Baca juga: Bos AIA Ungkap Penyebab Rendahnya Minat Asuransi di Indonesia
|Baca juga: Sequis Life Ajak Reset Finansial dan Gaya Hidup
Bessent berpendapat lalu lintas pelayaran di kawasan Teluk mulai meningkat dan akan naik dalam beberapa hari mendatang. “Kami mulai melihat semakin banyak pergerakan masuk dan keluar Teluk hari ini, dan ini lebih dari kemarin, dan ini adalah permulaan,” ucapnya.
“Saya yakin lalu lintas pelayaran akan terus meningkat setiap hari bahkan sebelum kita mengamankan selat tersebut,” tambahnya.
Pernyataan Bessent disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap harga minyak dan gas selama perang Iran. Bessent berpendapat perekonomian AS lebih mampu menahan gangguan energi jangka pendek. Ia mengaku warga AS bersedia menerima volatilitas jangka pendek jika hal itu berarti stabilitas jangka panjang.
“Saya percaya harga energi akan lebih rendah, inflasi akan lebih rendah. Sebelumnya kita hanya melihat keamanan yang sebenarnya bukan keamanan yang sebenarnya. Sekarang rakyat Amerika dan dunia akan memiliki keamanan mutlak,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
