1
1

PwC Sebut Industri Jasa Keuangan Global Alami Transformasi Besar

Ilustrasi. | Foto: Reinsurance News

Media Asuransi, GLOBAL – Global Financial Services Deals Leader PwC Jerman Chrustoper Sur mengungkapkan sektor jasa keuangan global sedang mengalami transformasi besar. Hal tersebut tercermin dengan dorongan untuk meningkatkan skala dan pertumbuhan kredit swasta menjadi kekuatan utama di balik merger dan akuisisi (M&A).

Menurut prospek industri terbaru dari PwC, para pembuat kesepakatan bergerak melampaui sentimen hati-hati pada tahun-tahun sebelumnya untuk menerima ‘pergeseran generasi’ dalam cara modal dikerahkan dan dikelola.

Melansir Reinsurance News, Selasa, 3 Februari 2026, kebangkitan ini ditandai dengan fokus strategis pada efisiensi biaya dan penemuan kembali teknologi, seiring dengan upaya institusi untuk melindungi diri mereka dari persaingan yang terus-menerus dan perubahan tuntutan peraturan.

Meningkatnya kredit swasta, yang telah berkembang sangat pesat dalam dekade terakhir menjadi kelas aset senilai lebih dari US$2 triliun, mengganggu norma-norma pasar tradisional dan mendorong konvergensi unik antara perbankan, asuransi, dan manajemen aset.

Selain itu, PwC memperkirakan aktivitas M&A pada 2026 di sektor jasa keuangan akan didorong oleh beberapa tren yakni bank terus melakukan konsolidasi baik di pasar domestik dan regional, berfokus pada bisnis inti, maupun mengakuisisi perusahaan asuransi dan manajer aset atau bermitra dengan dana kredit swasta.

|Baca juga: PTPP Peroleh Proyek Pembangunan Gedung Institusional Kejaksaan Agung di Awal 2026

|Baca juga: Bumi Serpong Damai (BSDE) Bukukan Prapenjualan Rp10,04 Triliun di 2025

|Baca juga: Bos OJK Desak Kesiapan Industri Asuransi RI Hadapi Risiko Bencana Alam

Tren lainnya yaitu perusahaan asuransi sedang membentuk kembali portfolionya dengan menghilangkan jalur dengan imbal hasil rendah, serta memprioritaskan dana pensiun dan model digital baru.

Pemisahan manajemen investasi dari pembawa risiko akan terus berlanjut. Minat investor terhadap broker asuransi tetap ada, meskipun pertumbuhan melambat di AS dan Inggris seiring dengan perluasan strategi ke pasar baru, termasuk Asia.

Manajemen aset dan kekayaan (AWM) mengalami peningkatan dalam merger di antara perusahaan-perusahaan kelas menengah yang ingin meningkatkan efisiensi, memperluas distribusi, dan meningkatkan akses ke pasar swasta.

AWM juga diperkirakan mengalami tingkat turnover tertinggi dalam beberapa dekade. PwC memperkirakan bahwa hampir 16 persen organisasi AWM yang ada akan diakuisisi atau keluar dari pasar pada 2027.

PwC juga melihat perbedaan regional yang signifikan dalam aktivitas kesepakatan. Asia menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan baru, terutama di China, India, dan Jepang. Demikian pula, AS sedang melihat tema-tema utama seperti konsolidasi dan rekapitalisasi bank regional. Sebaliknya, pemulihan di Eropa lebih selektif.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post China Resmikan Universitas Pertama yang Didedikasikan untuk Manajemen Risiko
Next Post BPS Laporkan Deflasi 0,15% di Januari 2026

Member Login

or