1
1

Regulasi Baru PAYDI Bikin Nasabah Beralih ke Produk Tradisional, Ini Kata Allianz Indonesia

Ilustrasi. | Foto: Allianz Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Chief Product Officer Allianz Life Indonesia Cheang Khai Au tidak menampik dengan adanya regulasi terbaru terkait Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) atau yang lebih dikenal sebagai unitlink akan membuat pergeseran minat dari masyarakat.

“Dengan adanya regulasi terbaru dari PAYDI, tanpa diragukan lagi pasar sedikit bergeser ke produk tradisional,” kata Cheang Khai Au, dikutip dari wawancarannya dari salah satu TV swasta, Jumat, 27 Maret 2026.

Hal itu, lanjutnya, karena regulasi dari regulator jasa keuangan Tanah Air mulai menerapkan proses penjualan yang lebih ketat, transparansi yang lebih tinggi, serta informasi yang lebih lengkap kepada nasabah. Terkadang, ia menjelaskan, nasabah merasa kurang nyaman dengan proses penjualan yang lebih panjang.

|Baca juga: Begini Imbauan Allianz Indonesia terkait Risiko di Tengah Konflik Timur Tengah

|Baca juga: Lianawaty Suwono Borong Saham BCA (BBCA), Tujuannya Demi Ini!

|Baca juga: Bos Allianz Syariah: Persaingan Industri Asuransi Syariah Makin Ketat, Inovasi Produk Jadi Kunci

“Karena mereka harus mengikuti sesi untuk mempelajari produk dan memahami isinya. Terkadang proses tersebut bisa memakan waktu yang cukup lama dan membutuhkan banyak informasi untuk diproses oleh nasabah,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, secara alami banyak masyarakat telah beralih ke produk tradisional di pasar asuransi. Namun di Allianz Indonesia, tambahnya, produk PAYDI atau unitlink masih terbilang kuat di mana menyumbang 74 persen dari premi yang diterima.

“Hal ini karena PAYDI kami tetap sangat relevan berkat kinerja dana yang kuat serta berbagai manfaat yang dapat dipilih dan disesuaikan oleh nasabah sesuai dengan kebutuhan mereka,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BNI (BBNI) Komitmen Terus Kurangi Emisi Karbon di Seluruh Operasional
Next Post Genjot Energi Domestik, Hilirisasi Rp239 Triliun Jadi Penopang Kemandirian

Member Login

or