Media Asuransi, GLOBAL – Clearwater Analytics mengatakan perusahaan asuransi di kawasan Asia Pasifik (APAC) memprediksi risiko portofolio investasi akan meningkat dalam dua tahun ke depan. Riset ini menunjukkan 85 persen pelaku industri asuransi di kawasan tersebut memperkirakan profil risiko investasinya bakal naik.
Melansir Insurance Asia, Rabu, 7 Januari 2026, riset tersebut melibatkan para eksekutif manajemen aset asuransi yang mengelola dana investasi dengan total nilai mencapai US$3,82 triliun. Temuan ini melanjutkan tren sebelumnya, di mana 72 persen responden menyebut risiko investasi mereka sudah meningkat dalam dua tahun terakhir.
Meski semakin berani mengambil risiko, namun para pelaku industri menilai pengelolaan risiko belum sepenuhnya siap. Sejumlah fungsi penting masih dinilai kekurangan waktu dan sumber daya. Otomatisasi bahkan disebut sebagai alat paling penting dalam mengelola risiko, mengungguli peran regulasi maupun penguatan pengendalian modal.
Riset ini melibatkan pimpinan senior perusahaan asuransi jiwa, kesehatan, dan asuransi umum di Hong Kong, Singapura, dan Australia, serta perusahaan investasi pihak ketiga yang bekerja sama dengan asuransi jiwa. Hasilnya menunjukkan banyak perusahaan masih menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan risiko inti.
|Baca juga: AAUI Nilai Asuransi Perjalanan Wajib bagi Wisman Penting untuk Tekan Risiko Wisata Alam
|Baca juga: Asuransi Wajib Wisman Disebut Berpotensi Untungkan Joint Venture, Ini Respons Bos AAUI
|Baca juga: OJK Pastikan Implementasi PSAK 117 di Industri Asuransi RI Berjalan dengan Baik
Sebanyak 77 persen responden menyebut pemenuhan regulasi dan kepatuhan membutuhkan waktu dan sumber daya yang lebih besar. Selain itu, 86 persen responden menilai pengelolaan risiko lintas aset masih belum optimal.
Area lain yang juga disorot meliputi proses yang masih manual, penggunaan sistem lama, perencanaan likuiditas dan arus kas, uji kelayakan investasi, integrasi data, hingga analisis skenario dan uji ketahanan.
Chief Strategy Officer dan President APAC Clearwater Analytics Shane Akeroyd mengatakan perusahaan asuransi di kawasan APAC kini semakin terbiasa dengan risiko yang lebih tinggi. Namun, ia menilai kesiapan operasional belum sepenuhnya mengikuti peningkatan selera risiko tersebut.
“Pemanfaatan teknologi dapat membantu mengurangi proses manual dan membuat tim lebih fokus pada pengelolaan risiko secara strategis,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
