Media Asuransi, GLOBAL – Prudential Plc menyebutkan generasi muda di tujuh pasar Asia mengambil pendekatan yang lebih terencana dalam pengelolaan uang. Hal itu dilakukan meski banyak yang mengatakan generasi muda hidup dalam ketidakpastian.
Melansir Insurance Asia, Selasa, 20 Januari 2026, dalam penelitian yang dilakukan Prudential Plc, usia rata-rata responden adalah 29 tahun. Hampir separuhnya masih lajang sebanyak 48 persen, sementara 44 persen sudah menikah dan delapan persen mempunyai pasangan.
Selain itu, lebih dari setengahnya sudah memiliki anak, dengan 34 persen memiliki satu anak, 17 persen memiliki dua anak, dan tiga persen memiliki tiga anak atau lebih. Sebanyak 31 persen lainnya tidak memiliki anak namun berencana memiliki anak, sementara 15 persen mengatakan mereka berniat untuk tetap tidak memiliki anak.
Di seluruh kawasan, sebanyak 63 persen mengatakan mereka yakin mereka hidup di era ketidakpastian. Meskipun demikian, 71 persen mengatakan bahwa memiliki rencana keuangan yang jelas lebih penting daripada pola pikir ‘hidup untuk hari ini’, dan 58 persen mengatakan mereka lebih fokus pada masa depan daripada menikmati masa kini.
|Baca juga: United Tractors (UNTR) Rampungkan Buyback Saham Rp2 Triliun, Realisasi Capai 99%!
|Baca juga: Manajemen Maximus Insurance (ASMI) Buka Suara terkait Fluktuasi Saham
|Baca juga: KB Bank (BBKP) Salurkan Kredit Rp10,64 Triliun dari Dana Rights Issue Rp11,9 Triliun
Di sisi lain, Indonesia mencatatkan preferensi tertinggi terhadap perencanaan keuangan sebesar 82 persen, diikuti Filipina sebesar 78 persen, dan Hong Kong dengan nilai terendah sebesar 60 persen.
Sikap investasi terbagi antara kehati-hatian dan pengambilan risiko. Secara keseluruhan 40 persen mengatakan mereka lebih memilih pilihan investasi yang aman dan berisiko rendah, sementara 42 persen mengatakan mereka bersedia mengambil risiko lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan lebih baik.
Thailand merupakan negara yang menonjol dengan 70 persen memilih investasi berisiko tinggi dan hanya 20 persen memilih investasi berisiko rendah. Sebagian besar responden memilih investasi jangka panjang dengan 57 persen responden memilih instrumen jangka panjang, dibandingkan dengan 27 persen responden yang memilih investasi jangka pendek.
Investasi jangka panjang paling banyak dilakukan di Indonesia sebesar 64 persen dan Filipina sebesar 67 persen, sedangkan Thailand memiliki preferensi terkuat terhadap instrumen jangka pendek sebesar 68 persen.
Fleksibilitas adalah tema utama di seluruh pasar. Sekitar 62 persen mengatakan mereka menginginkan rencana keuangan yang dapat disesuaikan dengan perubahan keadaan mereka, dibandingkan dengan 24 persen yang mengatakan mereka lebih memilih untuk tetap disiplin menabung untuk mencapai tujuan mereka.
|Baca juga: RKAB 2026 Disetujui, Vale Indonesia (INCO) Lanjutkan Operasional dan Keberlanjutan Investasi
|Baca juga: Humpus Maritim (HUMI) Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi, Berikut Susunan Lengkapnya!
|Baca juga: POJK 36/2025 Resmi Diluncurkan, Begini Respons Bos Prudential Indonesia!
Lebih dari setengahnya, sebesar 53 persen mengatakan mereka mencoba menyeimbangkan investasi dengan pengeluaran untuk pengalaman yang mereka nikmati, sementara 33 persen mengatakan mereka mengelola keuangan mereka dengan ketat untuk menjaga stabilitas.
Di bidang asuransi, responden merasa nyaman menggunakan alat digital namun tetap menghargai dukungan manusia untuk pengambilan keputusan yang kompleks. Sekitar 54 persen mengatakan mereka merasa percaya diri memilih dan mengelola asuransi dan investasi sendiri, sementara 61 persen percaya diri dalam meneliti dan memilih produk secara mandiri.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
