Media Asuransi, GLOBAL – Konflik yang sedang berlangsung di Iran meningkatkan risiko asuransi maritim di Singapura. Kondisi itu dengan polis risiko perang untuk lambung dan mesin kapal banyak dibatalkan serta pengaktifan kembali polis kini memerlukan premi yang lebih tinggi.
Melansir Insurance Asia, Selasa, 10 Maret 2026, menurut Nick Francis, mitra maritim di firma litigasi dan penyelesaian sengketa global Kennedys, perlindungan risiko perang non-mutual untuk Protection and Indemnity (P&I) juga telah ditarik oleh IG Clubs.
|Baca juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Zurich Takaful Mulai Terima Klaim Perjalanan Umrah
|Baca juga: Rupiah Ambruk, Ekonom CELIOS Sebut Asuransi Mikro Bisa Jadi Penopang Daya Beli
Peran Singapura sebagai pusat transshipment berarti setiap peningkatan konflik yang memengaruhi pelayaran melalui Selat Hormuz atau Teluk Persia meningkatkan risiko bagi kapal yang beroperasi ke dan dari negara kota tersebut.
Premi risiko perang untuk lambung dan kargo telah meningkat, dan penanggung dapat memberlakukan persetujuan khusus rute, pengurangan biaya yang lebih tinggi, atau pengecualian tambahan, dan dalam kasus yang parah, perlindungan dapat ditarik sepenuhnya.
|Baca juga: Zurich Prediksi Premi Travel Insurance dan Kendaraan Naik saat Lebaran 2026
|Baca juga: Zurich Pede Hadapi New RBC, Rasio Solvabilitas Sudah Capai 300%
Francis mengatakan pemilik, operator, dan penyewa kapal yang berbasis di Singapura perlu memantau celah dalam cakupan risiko perang, khususnya untuk kerugian yang disebabkan oleh penundaan, dan potensi masalah kerugian total konstruktif untuk kapal yang terjebak di zona konflik.
Situasi ini juga meningkatkan biaya operasional dan tekanan rantai pasokan, sementara perusahaan asuransi dan pialang Singapura menghadapi peningkatan pengawasan atas penjaminan, agregasi, dan manajemen modal.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
