1
1

Rupiah Melemah, CELIOS Peringatkan IHSG Bisa Crash dan Industri Asuransi Terdampak

Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda. | Foto: LinkedIn Nailul Huda

Media Asuransi, JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap perekonomian nasional. Kondisi ini patut diwaspadai dan diantisipasi untuk meminimalisir risiko yang timbul di kemudian hari.

Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menilai kondisi tersebut dapat menekan daya beli masyarakat hingga kinerja perusahaan di pasar modal.

|Baca juga: Zurich Pede Hadapi New RBC, Rasio Solvabilitas Sudah Capai 300%

|Baca juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Zurich Takaful Mulai Terima Klaim Perjalanan Umrah

Menurut dia, melemahnya rupiah dapat memengaruhi kinerja emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jika tekanan terhadap nilai tukar berlangsung dalam dan berkepanjangan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gejolak di pasar saham domestik.

“Dampaknya kepada masyarakat adalah pelemahan daya beli yang berpengaruh kepada kinerja perusahaan, termasuk yang terdaftar di BEI. Saham Indonesia akan ambrol jika terjadi pelemahan yang dalam,” jelas Huda, kepada Media Asuransi, di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

Ia menjelaskan, kondisi fundamental pasar saham dapat semakin memburuk apabila kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia ikut melemah. Situasi tersebut dinilai dapat mempercepat penurunan indeks saham domestik.

|Baca juga: Berikut Kegiatan Operasional BI saat Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026

|Baca juga: Bos OJK Pamer Kekuatan Sistem Dana Pensiun RI di Forum OECD Financial Markets Week

Dalam jangka pendek, tekanan terhadap pasar keuangan bahkan berpotensi memicu penurunan tajam pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Jika hal itu terjadi, dampaknya juga dapat merembet ke sektor jasa keuangan, termasuk industri asuransi.

Menurut Huda, pelemahan pasar saham dapat memengaruhi portofolio investasi perusahaan asuransi yang sebagian ditempatkan pada instrumen pasar modal maupun surat berharga negara.

“Dalam jangka pendek, IHSG akan crash, dan kepercayaan investor kepada ekonomi Indonesia akan runtuh. Jika terjadi, emiten pengelolaa keuangan terimbas, termasuk industri asuransi. Secara portofolio investasi, akan terjadi penurunan, maka itu, kualitas dari investasi yang dilakukan industri asuransi menjadi penting,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Era CoreTax Dimulai: BDO di Indonesia Siapkan Korporasi Hadapi Paradigma Baru Pelaporan Pajak 2026
Next Post AAUI Sebut Konflik Timur Tengah Belum Memengaruhi Bisnis Industri Asuransi Umum

Member Login

or