Media Asuransi, JAKARTA – Eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat (AS), dan Iran tidak hanya berdampak pada penerbangan global. Akan tetapi juga berpotensi menekan pasar asuransi perjalanan jika berlangsung dalam jangka panjang.
Head of Travel Management & Direct Retail Sompo Insurance Indonesia Maria Susana memproyeksikan penjualan asuransi perjalanan bisa mengalami penurunan apabila perang berlanjut lebih dari tiga bulan.
Ia menambahkan penurunan utamanya akan terjadi pada destinasi yang berdampak langsung. Namun destinasi lain yang tidak terdampak konflik, permintaannya masih berpotensi tumbuh.
“Pasti turun dan mungkin ya turun untuk segmen tertentu. Contohnya ya ini kan Middle East ya? Tapi masih banyak kebutuhan yang (ke) destinasi lain, (tentunya) tidak terdampak,” ujar Maria, dikutip saat berbincang di Podcast TVAsuransi, Rabu, 4 Maret 2026.
Meski demikian, Maria mengakui dampak terhadap produksi tetap tidak terhindarkan. Pasalnya, banyak maskapai internasional yang menjadikan kota-kota di Timur Tengah sebagai hub transit utama.
|Baca juga: OJK Ajak Industri Asuransi hingga BPJS Ketenagakerjaan Kembali Ramaikan Pasar Modal
|Baca juga: Konflik Timur Tengah dan Penutupan Selat Hormuz, OJK Soroti Ancaman Inflasi dan Volatilitas Pasar
“Kalau bilang tak terdampak sama produksi pasti terdampak ya, karena banyak pesawat-pesawat yang transitnya mau nggak mau di Dubai, contohnya ada Emirates, Etihad, ada yang di Doha. Bahkan yang Singapura saja bisa jadi stuck, mereka tidak bisa keluar dan tak bisa masuk juga. Jadi, dampaknya akan cukup besar sih,” tutur Maria.
Dari sisi komposisi penjualan, Maria menyebut, perjalanan ke Timur Tengah sebenarnya tidak terlalu dominan dalam portofolio Sompo. Selama ini, destinasi dengan transaksi tertinggi justru berada di kawasan Eropa.
Namun pada tahun lalu, penjualan ke kawasan tersebut sempat meningkat karena adanya perjalanan wisata religi ke Holy Land. Saat ini, menurutnya, sejumlah rute wisata ke kawasan tersebut sudah kembali ditutup karena tingginya risiko.
“Untuk rute-rute tur, dan lainnya juga saya rasa tidak mungkin mengadakan dulu. Karena risikonya cukup tinggi. Entah itu pelurunya nyasar atau lainnya,” katanya.
Meski situasi geopolitik penuh ketidakpastian, namun Maria menegaskan masyarakat tetap perlu memiliki perlindungan perjalanan untuk destinasi yang aman.
Sebagai upaya menjaga minat masyarakat bepergian ke luar negeri, Sompo memberikan promo diskon 25 persen untuk pembelian asuransi perjalanan internasional, kecuali untuk negara yang sedang berperang.
“Dari Sompo sendiri kita akan mendukung untuk tetap men-support perjalanan yang internasional, kita ada diskon 25 persen,” ujarnya.
Maria mengungkapkan saat ini destinasi yang sedang menjadi tren adalah Jepang dan China. Ia menyebut sejumlah kota di China seperti Chongqing dan Foshan mulai ramai dikunjungi wisatawan Indonesia.
Program diskon 25 persen tersebut berlaku hingga 5 April dan diselaraskan dengan periode mudik Lebaran yang akan diluncurkan di Kamis, 5 Maret 2026. Promo 25 persen itu berlaku untuk pembelian polis hingga tanggal tersebut, tanpa membatasi waktu keberangkatan.
“Yang penting (batas pembeliannya) sampai 5 April,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
