1
1

S&P Ramal Kinerja Perusahaan Asuransi di Negara Berkembang EMEA Tetap Cerah di 2026

Ilustrasi. | Foto: Reinsurance News

Media Asuransi, GLOBAL – Director Insurance Ratings S&P Tatiana Grineva meyakini momentum bagi perusahaan asuransi di negara-negara berkembang EMEA akan terus berlanjut, meskipun geopolitik dan ketegangan perdagangan masih menjadi risiko utama.

Dalam acara S&P bertajuk ‘EMEA Emerging Markets Credit Outlook For Insurers 2026’, Ia menyoroti daya tahan yang luar biasa. Menurutnya lanskap pasar negara berkembang EMEA seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Afrika Selatan, dan Turki, sangat bervariasi, termasuk ukurannya, penetrasi pasar asuransi, dan kematangannya.

Melansir Reinsurance News, Selasa, 3 Februari 2026, negara tersebut dicirikan oleh pergeseran struktural yang sedang berlangsung seiring dengan potensi pertumbuhannya. Sebaliknya, Eropa Barat merupakan pasar matang yang menghadapi persaingan ketat dan margin sempit.

|Baca juga: Komisaris Erwin Ciputra Borong 2,3 Juta Saham Chandra Daya Investasi (CDIA)

|Baca juga: Direktur BCA Lianawaty Suwono Borong 300 Ribu Lembar Saham BBCA

|Baca juga: Dana Pensiun BPD Jateng Lepas 1,8 Juta Saham Asuransi Digital Bersama (YOII)

Sementara negara-negara terdepan seperti Timur Tengah, Afrika Utara, Afrika sub-Sahara, dan Asia Tengah, memiliki dinamika yang berbeda: negara-negara tersebut bergejolak namun menawarkan potensi pendapatan yang tinggi dan penetrasi pasar yang rendah.

Untuk 2026, S&P memperkirakan ketidakstabilan geopolitik dan guncangan tarif perdagangan akan tetap menjadi ‘risiko negatif’ utama bagi kondisi kredit dan asuransi untuk semua negara berkembang di kawasan EMEA pada 2026.

Grineva memperingatkan faktor-faktor ini dapat memicu volatilitas yang berkepanjangan di pasar keuangan, berpotensi melemahkan kredit negara dan berdampak pada portofolio investasi asuransi. Namun, Grineva memandang, dampak kredit dari risiko ini sejauh ini terbatas pada asuransi.

“Kami memperkirakan kelayakan kredit asuransi di pasar negara berkembang EMEA akan tetap tangguh pada 2026, berkat karakteristik mandiri yang kuat dari asuransi dengan peringkat individu, dan penyangga modal yang memadai,” kata Grineva.

|Baca juga: Akira Sugai Mundur dari Kursi Wakil Presiden Direktur Bussan Auto Finance

|Baca juga: 3 Petinggi JACCS MPM Finance Indonesia Kompak Mengundurkan Diri, Ada Apa?

|Baca juga: Allo Bank Indonesia (BBHI) Siapkan Rp60,65 Miliar untuk Lanjutkan Buyback Saham

S&P percaya sebagian besar negara-negara berkembang di EMEA saat ini berada pada posisi yang baik, dengan pertumbuhan PDB riil diperkirakan tetap sejalan dengan tahun lalu. Lembaga pemeringkat kredit juga memperkirakan prospek pertumbuhan ekonomi dan potensi pendapatan di pasar-pasar ini tetap solid.

“Kesimpulannya, prospek kami terhadap perusahaan-perusahaan asuransi di negara-negara emerging EMEA adalah optimistis. Hal ini didukung oleh pertumbuhan yang solid dan potensi pendapatan yang dipengaruhi oleh meningkatnya risiko geopolitik dan tarif perdagangan,” pungkas Grineva.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BPS Laporkan Deflasi 0,15% di Januari 2026
Next Post Bank Indonesia (BI) Bergabung dalam Proyek Nexus untuk Perkuat Jaringan Pembayaran Lintas Negara

Member Login

or