1
1

Survei: Pembelian Asuransi Kanal Digital di Malaysia Tembus 70%

Ilustrasi. | Foto: Freepik

Media Asuransi, GLOBAL – Pembelian asuransi melalui platform digital semakin menjadi pilihan masyarakat Malaysia. Survei ShopeePay menunjukkan hampir tujuh dari 10 nasabah asuransi kini menggunakan kanal digital untuk mencari informasi sekaligus membeli polis.

Dilansir Insurance Asia, Senin, 16 Maret 2026, berdasarkan hasil survei sebanyak 69 persen nasabah asuransi kendaraan dan 46 persen nasabah asuransi perjalanan memanfaatkan platform digital untuk memperoleh informasi serta menyelesaikan transaksi pembelian polis.

Secara keseluruhan, 88 persen pembeli asuransi menyatakan merasa percaya diri membeli perlindungan secara digital. Temuan ini muncul di tengah proyeksi pertumbuhan pasar asuransi digital Malaysia yang cukup besar. Estimasi Ernst & Young menunjukkan pasar tersebut berpotensi mencapai RM78 miliar pada 2030.

|Baca juga: AAJI Ingatkan Potensi Salah Persepsi Publik tentang Penjaminan Polis Asuransi

|Baca juga: AAJI Minta Skema Iuran Penjaminan Polis Tak Memberatkan Nasabah

Meski demikian, masih terdapat sekitar 10,2 juta orang yang belum terlayani secara optimal, terutama karena persoalan keterjangkauan premi serta kompleksitas produk asuransi.

Dalam survei tersebut, 56 persen responden mengatakan mereka memilih platform digital karena prosesnya lebih cepat, sederhana, dan lebih terjangkau dibandingkan dengan kanal konvensional.

Survei juga menemukan 78 persen nasabah asuransi kecelakaan diri belum pernah memiliki perlindungan serupa sebelum membeli polis melalui MoneeInsure Agency di aplikasi ShopeePay. Bahkan, sekitar 67 persen responden mengaku kemungkinan tidak akan membeli asuransi kecelakaan diri jika tidak menemukannya secara daring.

Akses terhadap layanan asuransi juga masih belum merata di beberapa wilayah. Sekitar 40 persen nasabah asuransi tinggal di luar kawasan perkotaan, di mana akses untuk bertemu agen asuransi secara langsung cenderung lebih sulit.

|Baca juga: IHSG hingga Hasil Investasi Asuransi Jiwa Disebut Terpengaruh Akibat Pelemahan Rupiah

|Baca juga: Tata Kelola Promosi Dinilai Kunci Dorong Lebih Banyak Perempuan Jadi Pemimpin di Industri Asuransi

Di antara pemegang polis asuransi kecelakaan diri yang disurvei, 16 persen mengaku mengalami kesulitan menghubungi agen secara offline, yang menunjukkan platform digital membantu menjembatani kesenjangan akses tersebut.

Selain itu, opsi pembayaran fleksibel turut mendorong adopsi. Hampir empat dari lima nasabah asuransi kendaraan menggunakan SPayLater, layanan beli sekarang bayar nanti, untuk membayar premi asuransi. Dari pengguna tersebut, hampir separuh memilih skema cicilan hingga 12 bulan untuk membagi pembayaran premi.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Jadi Perusahaan Mandiri Agar Penetrasi Kian Meningkat
Next Post Spin-off, Batu Loncatan Memperkuat Industri Asuransi Syariah

Member Login

or