1
1

Swiss Re Bawa Kabar Buruk Meski Industri Asuransi Jiwa dan Kesehatan Terus Cetak Cuan

Ilustrasi. | Foto: pch.vector/Freepik

Media Asuransi, GLOBAL – Chief Executive Officer (CEO) Reasuransi Jiwa dan Kesehatan Swiss Re Paul Murray mengungkapkan suku bunga yang lebih tinggi membawa keuntungan yang kuat bagi sektor asuransi jiwa dan kesehatan pada 2025.

Namun, ia menambahkan, perusahaan reasuransi dan asuransi perlu waspada terhadap risiko yang muncul seperti kesehatan mental, kesehatan metabolik, tren mortalitas, dan perkembangan teknologi yang pesat saat memasuki 2026.

Swiss Re Institute mengungkapkan pada 2025 volume premi asuransi jiwa meningkat sebesar 2,2 persen dengan pasar yang diperkirakan melampaui angka US$4,0 triliun dalam dua tahun ke depan.

Selain itu, volume premi asuransi kesehatan juga naik lebih dari lima persen, laju pertumbuhan tercepat dalam satu dekade. Namun, Paul mencatat, sebagian besar kenaikan ini didorong oleh meningkatnya biaya kesehatan.

|Baca juga: Ronald Sutardja Ditunjuk Jadi Direktur Utama Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA)

|Baca juga: Rasio Klaim Asuransi Kredit Tembus 85,56%, OJK Minta Disiplin Underwriting Diperkuat!

|Baca juga: Tahun Baru Wajib Jadi Semangat untuk Kelola Keuangan, Begini 5 Cara Memulainya!

Paul juga membahas kecerdasan buatan (AI). Ia mencatat perusahaan asuransi di seluruh dunia mengalokasikan tiga sampai delapan persen dari anggaran IT untuk AI, dengan fokus pada peningkatan efisiensi dan otomatisasi tugas untuk membebaskan ahli untuk pekerjaan bernilai tinggi.

“Pengalaman dengan AI pada 2025 menunjukkan teknologi saja tidak transformatif. Saya percaya organisasi yang paling maju adalah yang menggabungkan teknologi dengan tenaga ahli atau penilai risiko, ahli klaim, dan analis data yang menerapkan penilaian dan konteks,” kata Paul, dikutip dari Reinsurance News, Senin, 5 Januari 2026.

“Kami tetap yakin nilai sebenarnya dari AI muncul ketika keahlian manusia ditingkatkan oleh dukungan AI yang dirancang dengan baik,” tambahnya.

Ia mengungkapkan perusahaan asuransi juga akan mendapat manfaat dari kecerdasan buatan di industri terkait. Misalnya seperti percepatan penelitian medis tentang kanker dan Alzheimer, yang dapat memicu pertumbuhan harapan hidup.

Dirinya menekankan banyak wilayah masih melaporkan angka kematian akibat semua penyebab yang lebih tinggi daripada norma pra-pandemi, meskipun trennya secara bertahap membaik. Di Amerika Serikat (AS), Swiss Re telah melihat pergeseran yang signifikan dengan penurunan angka kematian akibat semua penyebab, dan optimistis tren ini akan berlanjut.

“Penelitian Swiss Re menunjukkan obat GLP-1 dapat mengurangi angka kematian akibat semua penyebab sekitar empat persen pada populasi umum AS dalam 20 tahun ke depan; jika disertai dengan perubahan gaya hidup yang luas, perbaikan tersebut dapat melebihi enam persen,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post IHSG Ditutup Menguat di Sesi I Senin
Next Post Willis Re Prediksi Kinerja Reasuransi Ciamik di 2026, Berikut Alasannya!

Member Login

or