1
🇮🇩 Indonesia
🇬🇧 English
🇨🇳 中文 (简体)
🇯🇵 日本語
🇰🇷 한국어
🇸🇦 العربية
🇲🇾 Melayu
🇹🇭 ภาษาไทย
🇻🇳 Tiếng Việt
1

Tak Sekadar Jual Polis, Ini Strategi Pialang Asuransi di Tengah Ketidakpastian Global

Ketua Umum APPARINDO Yulius Bhayangkara. | Foto: Media Asuransi/Sarah Dwi Cahyani

Media Asuransi, JAKARTA – Dalam situasi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian, industri pialang asuransi dituntut untuk beradaptasi agar tetap menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus membantu klien mengelola risiko.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO) Yulius Bhayangkara menegaskan, peran pialang kini tidak lagi sebatas perantara, melainkan berkembang menjadi penasihat risiko yang strategis bagi klien.

“Dalam kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, peran pialang asuransi semakin penting sebagai risk advisor bagi klien,” ujar Yulius kepada Media Asuransi beberapa waktu lalu, dikutip Selasa, 31 Maret 2026.

Menurut Yulius, salah satu strategi utama yang dilakukan pialang adalah memperkuat fungsi advisory dan risk consulting.

Pialang tidak hanya fokus pada penjualan polis, tetapi juga mendampingi klien dalam memetakan risiko, menyusun strategi pembiayaan risiko, hingga mengoptimalkan program asuransi yang dimiliki.

|Baca juga: Mayoritas Anggota AFPI Siap Ajukan Banding terkait Putusan KPPU

|Baca juga: Begini Respons OJK tentang Putusan KPPU di Dugaan Kasus Kartel Suku Bunga Pindar

|Baca juga: Bos OJK Perkirakan Inflasi Medis Masih Jadi Tantangan Utama Industri Asuransi RI

“Pialang tidak hanya menjual polis, tetapi membantu klien melakukan risk mapping, risk financing strategy, dan optimalisasi program asuransi,” jelasnya.

Selain itu, industri pialang juga mendorong diversifikasi sektor untuk memperluas peluang bisnis. Sejumlah sektor seperti energi, infrastruktur, logistik, ekonomi digital, hingga manufaktur menjadi fokus ekspansi guna menjaga stabilitas pertumbuhan di tengah tekanan ekonomi global.

Di sisi lain, inovasi solusi proteksi juga menjadi perhatian utama. Pialang mulai mengembangkan produk dan layanan yang relevan dengan risiko modern, seperti ancaman siber, gangguan rantai pasok, serta risiko yang berkaitan dengan perubahan iklim.

“Industri juga mulai mengembangkan solusi yang lebih relevan dengan risiko modern seperti cyber risk, supply chain disruption, dan climate related risk,” kata Yulius.

Selain itu, Yulius juga menghimbau agat pialang asuransi semakin memperkuat kolaborasi dengan mitra global. Hal ini dilakukan karena banyak risiko kini tidak lagi terbatas di dalam negeri.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Pengembangan SDM Pialang Asuransi Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing
Next Post Laba Bank Muamalat pada 2025 Tumbuh 47,5%

Member Login

or