1
1

Target Lifting Minyak 1 Juta Barel, Buka Peluang Besar bagi Asuransi Energi

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agung Kuswandono. (foto: Edi Santosa/Media Asuransi)

Media Asuransi, JAKARTA – Peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional diproyeksikan membuka peluang besar bagi industri asuransi umum di Indonesia. Peningkatan aktivitas eksplorasi, pengembangan, untuk mengejar target lifting minyak 1 juta barel, juga meningkatkan kebutuhan pengelolaan risiko di sektor hulu migas.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agung Kuswandono, mengatakan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan produksi migas untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor energi. Hal itu dia sampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam acara Bincang Santai EITS Jelang Buka Puasa 2026 bertajuk “Potensi Besar Bisnis Asuransi Dibalik Peningkatan Produksi Migas” di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurut Agung, upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan eksplorasi dan eksploitasi migas, perbaikan skema kontrak kerja sama, percepatan pengembangan lapangan migas, serta optimalisasi pemanfaatan gas domestik sebagai energi transisi yang lebih ramah lingkungan.

|Baca juga: Inilah Peluang Inovasi Produk Asuransi Hulu Migas

“Pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi seperti enhanced oil recovery (EOR), horizontal drilling, serta reaktivasi ribuan sumur idle guna meningkatkan produksi nasional. Selain itu, pemerintah juga telah mengidentifikasi sekitar 110 wilayah kerja migas potensial yang akan ditawarkan kepada investor untuk mempercepat penemuan cadangan baru,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance), Adi Pramana, mengatakan bahwa peningkatan aktivitas hulu migas akan berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan perlindungan asuransi. Menurutnya, sektor hulu migas memiliki karakteristik investasi besar, proses operasional kompleks, serta risiko keselamatan dan lingkungan yang tinggi.

|Baca juga: Konflik Timur Tengah Membara, Industri Reasuransi Mampu Menyerap Volatilitas?

“Bisnis hulu migas memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi, mulai dari kecelakaan kerja, kerusakan peralatan, hingga dampak lingkungan. Karena itu, pelindungan asuransi menjadi bagian penting dalam manajemen risiko industri ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Teknik 5 Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Diwe Novara, menambahkan bahwa peningkatan produksi migas nasional akan menjadi momentum strategis bagi pengembangan industri asuransi energi di Indonesia.

“Industri hulu migas memiliki karakteristik high risk, high capital, high amount, dan high technology, sehingga membutuhkan sistem mitigasi risiko yang kuat melalui pelindungan asuransi,” tuturnya.

Editor: S. Edi Santosa

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Tri Pakarta Syariah Resmi Meluncur, Bidik Jadi Pemain Utama!
Next Post 3 Hal Penting yang Perlu Dilakukan Lulusan Baru soal Keuangan!

Member Login

or