Media Asuransi, JAKARTA – Laporan pembaruan reasuransi Howden menyebutkan tarif reasuransi properti-katastropik global pada pembaruan kontrak 1 Januari 2026 tercatat turun rata-rata 14,7 persen secara risk-adjusted. Penurunan ini lebih dalam dibandingkan dengan koreksi delapan persen pada 2025 dan menjadi penurunan tahunan terbesar sejak 2014.
Melansir Reinsurance News, Selasa, 6 Januari 2026, laporan tersebut mencatat mayoritas pasar mengalami penurunan harga pada pembaruan awal 2026, dengan level tarif kembali mendekati posisi empat tahun lalu.
Howden menilai pelemahan tarif dipicu oleh kuatnya laba ditahan perusahaan reasuransi dan rekor penerbitan instrumen Insurance-Linked Securities (ILS), yang meningkatkan kapasitas dan persaingan. Namun, kondisi pasar dinilai masih rasional karena modal ditempatkan secara selektif dan volatilitas risiko tetap diperhitungkan.
Di segmen properti-katastropik global, penurunan tarif tetap terjadi meskipun aktivitas bencana masih tinggi sepanjang 2025, termasuk kebakaran hutan dengan nilai klaim tertanggung terbesar di Los Angeles. Secara rata-rata, tarif reasuransi properti-katastropik global turun 14,7 persen, mempercepat tren penurunan dari tahun sebelumnya.
|Baca juga: Asuransi Properti dan Kecelakaan Diramal Tetap Tangguh di 2026, Fitch Ratings Beberkan Alasannya!
|Baca juga: Dapat Restu Buka Kantor di Dubai, Sun Life Siap Bidik Nasabah Tajir!
|Baca juga: Skema Public Private Partnership Jadi Kunci Penerapan Asuransi Wajib Bencana
Di Amerika Serikat, pasokan kapasitas yang kuat mendorong penurunan tarif program secara keseluruhan di kisaran 10 hingga 20 persen secara risk-adjusted. Reasuradur tetap bersedia menempatkan modal karena margin dinilai masih menarik meskipun terjadi koreksi harga.
Pasar Eropa juga mencatat penurunan tarif rata-rata 10 hingga 20 persen, didorong rendahnya kerugian, kelebihan kapasitas, serta upaya reasuradur mempertahankan volume premi. Penurunan terdalam tercatat di Prancis, Italia, Swiss, dan Inggris dengan koreksi 15 hingga 20 persen, sementara Jerman mencatat penurunan lebih moderat di kisaran 8-11 persen.
Di kawasan Asia Pasifik, pembaruan reasuransi pada 1 Januari 2026 berlangsung kompetitif seiring melimpahnya kapasitas. Tarif risk-adjusted untuk program non-proporsional tanpa klaim umumnya turun 10-20 persen, melanjutkan tren penurunan moderat pada 2025.
Untuk segmen reasuransi casualty, Howden mencatat perbaikan kondisi pasar seiring menguatnya pasokan. Di AS, sebagian besar perjanjian diperbarui pada level tarif yang relatif stabil, meski tetap dibayangi perkembangan klaim jangka panjang dan kekhawatiran cadangan.
Sementara itu, pasar casualty internasional mengalami pelemahan moderat dengan penurunan tarif di berbagai wilayah. Di pasar London dan Eropa Kontinental, program excess of loss yang berkinerja baik mencatat penurunan tarif risk-adjusted sekitar 5-10 persen.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
