Media Asuransi, JAKARTA – Biaya pendidikan merupakan salah satu prioritas bagi orang tua, dan tentunya perlu persiapan dan perencanaan matang. Biaya pendidikan anak terus meningkat setiap tahun, sementara kebutuhan keluarga berjalan bersamaan dari hari ke hari.
Tanpa perencanaan yang jelas, persiapan pendidikan bisa terasa berat dan penuh tanda tanya. Di sinilah perencanaan sederhana tapi tepat dapat membantu Ibu melangkah dengan lebih tenang.
Inflasi biaya pendidikan umumnya lebih tinggi dibanding inflasi umum. Di Indonesia, inflasi pendidikan sering berada di kisaran 10–15 persen per tahun, bahkan bisa lebih tinggi untuk sekolah swasta atau pendidikan tinggi.
|Baca juga: Allianz Indonesia: Perencanaan Pendidikan Anak Perlu Dilihat Menyeluruh
Tunjangan Hari Raya (THR) sering kali habis dipakai untuk kebutuhan konsumsi saat Lebaran. Padahal, jika dikelola dengan baik, dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk tujuan keuangan jangka panjang, salah satunya sebagai persiapan dana pendidikan anak.
Allianz Indonesia mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan momentum penerimaan THR untuk mulai merencanakan masa depan keluarga, termasuk menyiapkan biaya pendidikan yang terus meningkat setiap tahun.
Allianz menyarankan agar masyarakat terlebih dahulu membuat perencanaan sederhana sebelum menggunakan THR. Cara ini membantu memastikan dana tidak habis untuk pengeluaran jangka pendek.
Certified Financial Planner Annisa Steviani dalam sesi bertajuk “Gaji Gak Kabur, Pendidikan Anak Jalan Teratur” menyampaikan bahwa biaya pendidikan terus meningkat dari tahun ke tahun dan kerap melampaui pertumbuhan gaji tahunan.
|Baca juga: Allianz Indonesia Bagikan Tips Kelola THR untuk Dana Pendidikan Anak Sejak Dini
“Banyak orang tua baru mulai memikirkan dana pendidikan ketika anak sudah masuk usia sekolah. Padahal, perencanaan idealnya dimulai sejak anak masih dalam kandungan atau sejak lahir. Semakin cepat dimulai, semakin ringan langkahnya,” ujar Annisa dalam keterangannya, Rabu, 17 Maret 2026.
Annisa menjelaskan, kenaikan biaya kuliah rata-rata mencapai 6,03 persen per tahun, sementara kenaikan gaji tahunan rata-rata hanya berkisar 3 persen. Tanpa perencanaan yang matang, kondisi ini berisiko membuat orang tua harus mengorbankan kebutuhan lain atau bahkan berutang saat anak memasuki usia perguruan tinggi.
Momen THR dan bonus tahunan dapat dimanfaatkan untuk membuka atau menambah alokasi dana khusus pendidikan anak, mengevaluasi kembali proyeksi kebutuhan biaya sekolah, serta menyesuaikan strategi menabung dengan kondisi keuangan terkini.
Selain faktor biaya sekolah, Annisa juga menekankan pentingnya mitigasi risiko dalam perencanaan pendidikan. “Perencanaan pendidikan bukan hanya soal menabung. Orang tua juga perlu memikirkan risiko yang bisa mengganggu rencana, seperti sakit atau risiko meninggal dunia. Jika pencari nafkah utama mengalami risiko, maka dana pendidikan anak bisa ikut terdampak,” jelas Annisa.
Alokasi Dana Pendidikan
Head of Corporate Communications Allianz Indonesia, Wahyuni Murtiani, menyampaikan bahwa perencanaan pendidikan anak perlu dilihat secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi tabungan atau investasi, tetapi juga perlindungan.
“Momentum menjelang Idulfitri sering menjadi waktu refleksi dan penataan ulang keuangan keluarga. THR dan bonus tahunan dapat menjadi langkah awal yang strategis untuk memperkuat dana pendidikan anak, sekaligus melengkapinya dengan perlindungan asuransi agar rencana jangka panjang tetap terjaga,” ujar Wahyuni.
|Baca juga: Allianz Indonesia Komitmen Hadirkan Ruang Belajar Inklusif dan Relevan
Menurutnya, risiko kesehatan maupun risiko kehilangan pencari nafkah utama dapat memengaruhi kesinambungan pendidikan anak. Oleh karena itu, perlindungan finansial menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas rencana masa depan keluarga.
Alih-alih habis untuk kebutuhan konsumtif, sebagian THR dapat dialokasikan untuk dana pendidikan anak, dana darurat keluarga, perlindungan terhadap risiko yang tak terduga, serta instrumen investasi jangka panjang sesuai profil risiko.
Menjawab kebutuhan tersebut, Allianz Syariah menghadirkan AlliSya Cerdas, produk asuransi jiwa dwiguna syariah yang dirancang untuk membantu orang tua menyiapkan dana pendidikan anak secara terencana dan sesuai prinsip syariah.
Produk ini memberikan kombinasi perlindungan jiwa dan manfaat tunai terjadwal yang dapat disesuaikan dengan tahapan kebutuhan pendidikan anak. Peserta berhak menerima manfaat tunai sebesar 40 persen pada akhir tahun polis ke-8 dan 80 persen pada akhir tahun polis ke-11 sebelum polis berakhir, selaras kebutuhan biaya pendidikan pada jenjang menengah hingga transisi ke jenjang berikutnya.
Momentum THR dan bonus tahunan dapat menjadi langkah awal untuk memulai perencanaan tersebut. Orang tua dapat mempertimbangkan mengalokasikan sebagian THR sebagai kontribusi awal atau pembayaran kontribusi beberapa bulan ke depan, sehingga dana pendidikan anak tidak hanya direncanakan, tetapi langsung dijalankan.
‘’Dengan perencanaan yang matang dan disiplin, orang tua dapat memastikan pendidikan anak tetap berjalan teratur tanpa harus mengorbankan stabilitas keuangan keluarga di masa depan,’’ ungkap Wahyuni.
Mempersiapkan perencanaan pendidikan anak harus sedini mungkin agar kita lebih siap dari inflasi biaya pendidikan anak. AlliSya Cerdas hadir dengan perlindungan jiwa berbasis syariah serta fitur manfaat tunai untuk biaya pendidikan anak di masa depan.
Editor Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
