Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025. Industri asuransi jiwa terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelindungan bagi pemegang polis sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat. Komitmen ini sejalan dengan prinsip industri asuransi jiwa untuk terus bertransformasi, menjunjung tinggi integritas dan serta perluasan akses perlindungan asuransi jiwa yang lebih inklusif bagi masyarakat.
|Baca juga: Rupiah Melemah, Strategi Investasi Asuransi Jiwa Terancam Berubah?
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, menjelaskan bahwa komitmen pelindungan pemegang polis tercermin dari kinerja industri sepanjang 2025 yang tetap stabil di tengah dinamika ekonomi, serta berbagai langkah strategis yang terus dilakukan untuk memperkuat ketahanan industri ke depan.
“Total pendapatan industri asuransi jiwa sepanjang tahun 2025 mencapai Rp238,71 triliun, atau tumbuh sekitar 9,3 persen secara year-on-year. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan signifikan pada hasil investasi,” ujar Albertus dalam paparan kinerja Kinerja Industri Asuransi Jiwa periode Januari-Desember (Full Year) 2025, di Graha AAJI, Jumat, 13 Maret 2026.
|Baca juga: Jaga Stabilitas Kinerja, AAJI: Pengelolaan Investasi Asuransi Jiwa Berorientasi Jangka Panjang
Ia menambahkan, meskipun total pendapatan premi ada penurunan tipis sebesar 1,8 persen secara tahunan, kondisi tersebut lebih mencerminkan adanya perubahan preferensi masyarakat dalam memilih pola pembayaran premi.
“Premi bisnis baru yang dibayarkan secara reguler justru mengalami peningkatan sekitar 7,8 persen. Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pelindungan asuransi jiwa tetap terjaga. Hal ini juga didukung oleh meningkatnya total tertanggung industri asuransi jiwa yang naik 8,6 persen secara year-on-year menjadi 168,03 juta orang,” tambah Albertus.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
