1
1

Tri Pakarta Syariah Pede Cuan Asuransi di Indonesia Masih Lebar

Suasana peresmian Asuransi Tri Pakarta Syariah. | Foto: Media Asuransi/Sarah Dwi Cahyani

Media Asuransi, JAKARTA – Direktur Utama Asuransi Tri Pakarta Syariah Herry Triyatno menilai industri asuransi di Indonesia masih memiliki peluang tumbuh sangat besar. Hal itu terutama jika dilihat dari sisi jumlah penduduk dan potensi pasar yang belum sepenuhnya tergarap.

Menurut Herry, potensi pasar asuransi di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan dengan sejumlah negara lain di kawasan, terutama jika dilihat dari jumlah penduduk dan populasi Muslim yang dominan.

“Kalau kita melihat potensi asuransi di Indonesia itu sangat besar. Kita bandingkan saja dari segi populasi, Indonesia saat ini miliki 250 juta penduduk, dengan kisaran 240 juta di antaranya adalah umat Muslim,” ujar Herry, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ia mencontohkan kondisi di Malaysia yang memiliki jumlah penduduk jauh lebih kecil, namun industri asuransinya justru berkembang lebih pesat dibandingkan dengan Indonesia.

|Baca juga: Daisuke Ejima Lengser, Nobuya Kawasaki Masuk Bursa Calon Direktur Utama Bank Danamon (BDMN)

|Baca juga: Perkuat Jajaran Pengawas, Tan Teck Long Resmi Jabat Komisaris OCBC (NISP)

“Bandingkan dengan Malaysia yang jumlah populasinya hanya 30 juta penduduk, mungkin populasi Muslim hanya 23 juta. Tetapi dari sisi bisnis, asuransi di Malaysia masih jauh lebih besar daripada Indonesia,” jelasnya.

Kondisi tersebut menunjukkan tantangan utama industri asuransi di Indonesia saat ini adalah meningkatkan inklusi dan literasi masyarakat, khususnya pemahaman terhadap produk asuransi berbasis syariah. Ia menilai semakin baik tingkat literasi masyarakat terhadap asuransi maka potensi pertumbuhan industri juga akan semakin besar.

Lebih lanjut, dengan potensi pasar yang besar, Herry optimistis industri asuransi syariah di Indonesia dapat terus berkembang dan bahkan berperan lebih besar di tingkat global.

“Saya pikir ini adalah pasar yang besar bagi Indonesia dan kita bisa menunjukkan bahwa pertumbuhan syariah ini akan membawa kebaikan terutama bagi Indonesia di dalam kancah bisnis syariah internasional,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Travel Insurance dan Personal Accident Diramal ‘Diserbu’ Masyarakat Jelang Idulfitri 2026
Next Post BI Sebut Kesejahteraan Keuangan Masyarakat Semakin Jadi Perhatian Utama

Member Login

or