Media Asuransi, JAKARTA – 2026 bukan tahun untuk diam, tapi juga bukan waktu untuk spekulasi tanpa arah. Menurut pandangan Ekonom Senior Allianz Global Investors Christiaan Tuntono, saat ini ekonomi Asia termasuk Indonesia sedang masuk dalam fase di mana peluang mulai terbuka seiring tekanan suku bunga yang mereda, meski volatilitas belum sepenuhnya hilang. Di sisi lain, Co-Founder Feng Shui Consulting Indonesia Angelina Fang, menggambarkan Tahun Kuda Api sebagai periode energi besar yang menuntut keputusan cepat, fokus, dan disiplin.
Keduanya menyampaikan ekonomi outlook 2026 di Asia dan Indonesia serta tren Feng Shui dan strategi maupun prospek bisnis ekonomi di tahun Kuda Api 2026 saat tampil sebagai pembicara dalam acara yang diadakan oleh Allianz Group Investors Indonesia baru-baru ini bertajuk “Igniting Opportunity: Partnership, Prosperity & The Fire Horse Year Ahead”.
|Baca juga:Data Klaim Allianz Tunjukkan Ada Pergeseran Wilayah Rawan Bencana
Berikut beberapa tips investasi 2026 yang relevan untuk individu maupun pelaku bisnis, yang dikutip dari keterangannya, Jumat, 13 Februari 2026, yakni:.
- Pilih yang “Siap Lari”, Bukan yang Sekadar Ramai
Dalam ekonomi Asia, pertumbuhan 2026 diperkirakan selektif. Artinya, tidak semua sektor atau aset akan naik bersamaan. Sejalan dengan energi Kuda Api, investor disarankan memilih instrumen atau bisnis sudah punya fundamental kuat, arus kas jelas dan model bisnisnya dipahami. Kemudian, fokus pada sektor teknologi dan AI, karena revolusi AI akan tetap menjadi pendorong utama sepanjang 2026, tidak hanya di raksasa teknologi AS, tetapi juga di pusat‑pusat inovasi di Asia dan Eropa
|Baca juga: Cara Cerdas Terapkan AI di Dunia Kerja Ala Allianz Indonesia
- Manfaatkan Momentum Suku Bunga, Tapi Jangan Terburu-buru
Christiaan Tuntono menyoroti bahwa real interest rates di Indonesia baru belakangan ini menjadi kurang restriktif. Ini membuka peluang untuk investasi, baik di pasar keuangan maupun bisnis riil. Namun, Feng Shui Kuda Api juga mengingatkan: terlalu cepat bisa berujung ceroboh.
Oleh karena itu, strategi untuk menghadapinya adalah:
- Masuk ke pasar secara bertahap
- Melakukan diversifikasi portofolio- hindari menempatkan seluruh dana sekaligus
- Menjaga likuiditas agar dapat memanfaatkan peluang saat pasar menghadapi koreksi di tahun 2026, timing adalah faktor krusial.
- Asia dan Indonesia Masih Punya Cerita Jangka Menengah
Outlook Allianz Global Investors melihat bahwa pertumbuhan di Asia diproyeksikan tetap memiliki fundamental yang kuat, meski menghadapi tekanan dari kebijakan perdagangan dan tensi perang dagang. Hal ini didorong oleh beberapa faktor:
- Pasar berkembang seperti India, ASEAN, dan Tiongkok memiliki basis konsumsi besar
- Urbanisasi dan digitalisasi terus berlanjut dan memperluas peluang ekonomi
- Kebijakan fiskal di banyak negara Asia relatif lebih terkendali, memberikan ruang stabilitas
Sementara itu, outlook ekonomi Indonesia 2026 menunjukkan kombinasi antara risiko dan peluang:
- Beberapa lembaga seperti MSCI dan Moody’s menyoroti risiko kebijakan dan isu tata kelola yang belakangan menekan sentimen pasar Indonesia. Hal ini membuat pelaku investasi perlu lebih memperhatikan arah kebijakan domestik, kondisi makro, serta volatilitas pasar modal
- Meski begitu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap berada pada level moderat, ditopang oleh konsumsi domestik dan struktur demografi yang relatif menguntungkan
- Indonesia juga memiliki keunggulan berupa defisit fiskal dan rasio utang yang rendah, yang memberikan stabilitas dalam jangka menengah
|Baca juga: Survei Allianz : 61% Responden Khawatirkan Dampak AI bagi Bisnis di Australia
Dalam Feng Shui, kondisi ini digambarkan sebagai “tanah yang cukup kuat untuk menahan api.” Artinya, peluang tetap terbuka—selama langkah yang diambil tidak berlebihan.
- Hindari Investasi Berbasis Emosi dan FOMO
Angelina Fang menekankan bahwa tahun Kuda Api membawa energi emosional yang tinggi—mulai dari optimisme, ambisi, hingga ego. Dalam konteks investasi, energi ini sering tercermin dalam keputusan yang terlalu agresif atau kecenderungan mengikuti tren tanpa pertimbangan matang.
Tips praktis:
- Jangan berinvestasi hanya karena “semua orang ikut”
- Pahami risikonya, bukan hanya potensi keuntungannya
- Tetapkan target dan batas kerugian sejak awal untuk menjaga disiplin
Di tahun Kuda Api, kemampuan mengendalikan diri menjadi aset berharga.
- Untuk Pebisnis: Investasi Terbaik Ada pada Eksekusi
Bagi pemilik bisnis maupun profesional, investasi di 2026 tidak selalu identik dengan produk keuangan. Tahun ini justru menjadi momentum ideal untuk berinvestasi pada hal‑hal yang memperkuat fondasi bisnis, seperti, peningkatan efisiensi operasional, digitalisasi proses kerja, dan penguatan tim, kultur, dan kepemimpinan.
- Seimbangkan Keberanian dan Perlindungan
Kuda Api identik dengan keberanian, tetapi tetap membutuhkan keseimbangan elemen. Dalam konteks investasi, prinsip ini dapat diterjemahkan menjadi:
- Portofolio yang terdiversifikasi
- Memastikan proteksi dasar tetap ada, seperti asuransi dan dana darurat
- Tidak mengorbankan keamanan hanya demi mengejar return yang tinggi
- Melakukan rebalancing secara berkala — fleksibilitas adalah kunci; lakukan review portofolio dan sesuaikan sesuai kebutuhan serta kondisi pasar yang berubah
Tahun 2026 adalah tahun untuk melangkah maju dengan percaya diri — namun tetap dengan kendali. Padukan strategi ekonomi modern dengan wawasan Feng Shui untuk membuat keputusan investasi yang cerdas dan seimbang.
Editor: Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
