Media Asuransi, JAKARTA – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2025 mencatat surplus sebesar US$2,51 miliar. Surplus pada Desember 2025 ini, melanjutkan surplus pada November 2025 sebesar US$2,66 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan bahwa Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan ini positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut.
|Baca juga: Neraca Perdagangan Indonesia surplus US$38,54 Miliar
“Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas lain guna meningkatkan ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” kata Ramdan dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa, 3 Februari 2026.
Dijelaskan bahwa surplus neraca perdagangan yang berlanjut terutama bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas yang tetap baik. Neraca perdagangan nonmigas pada Desember 2025 mencatat surplus sebesar US$4,61 miliar, seiring dengan ekspor nonmigas yang meningkat menjadi sebesar US$25,09 miliar.
|Baca juga: Inflasi RI Disebut Masih Terkendali di 2025, BI Beberkan Penyebabnya!
Kinerja positif ekspor nonmigas tersebut terutama didukung oleh ekspor berbasis sumber daya alam seperti lemak dan minyak hewani/nabati serta bahan bakar mineral maupun ekspor produk manufaktur seperti besi dan baja serta berbagai produk kimia. Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke China, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia.
Di sisi lain, defisit neraca perdagangan migas tercatat meningkat menjadi sebesar US$2,09 miliar pada Desember 2025, sejalan dengan peningkatan impor migas yang lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan ekspor migas.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
