Media Asuransi, JAKARTA – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mencatat surplus sebesar US$2,66 miliar. Nilainya meningkat dibandingkan surplus pada Oktober 2025 yang sebesar US$2,39 miliar.
Bank Indonesia (BI) memandang surplus neraca perdagangan ini positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut. “Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas lain guna meningkatkan ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa, 6 Januari 2025.
|Baca juga: Neraca Perdagangan Indonesia surplus US$38,54 Miliar
Dia jelaskan, surplus neraca perdagangan yang lebih tinggi terutama bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas yang meningkat. Neraca perdagangan nonmigas pada November 2025 mencatat surplus sebesar US$4,64 miliar, seiring dengan tetap kuatnya ekspor nonmigas sebesar US$21,64 miliar.
|Baca juga: Inflasi Indonesia per Desember 2025 Sebesar 2,92%
Kinerja positif ekspor nonmigas tersebut terutama didukung oleh ekspor berbasis sumber daya alam seperti logam mulia dan perhiasan/permata, nikel dan barang daripadanya, serta bahan bakar mineral.
Berdasar negara tujuan, ekspor nonmigas ke China, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia. Defisit neraca perdagangan migas tercatat meningkat menjadi sebesar US$1,98 miliar pada November 2025 sejalan dengan peningkatan impor migas di tengah penurunan ekspor migas.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
