Media Asuransi, JAKARTA – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi triwulan IV/2025 tumbuh sebesar 5,39 persen year on year (yoy). Lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04 persen yoy.
Dengan perkembangan tersebut, ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen yoy. Meningkat dari pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya sebesar 5,03 persen yoy.
Bank Indonesia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi 2026 meningkat dalam kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen yoy. Terutama didukung oleh peningkatan permintaan domestik sejalan dengan berbagai bauran kebijakan yang ditempuh untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi.
|Baca juga: Outlook Moody’s Jadi Negatif, Airlangga: Rating Indonesia Tetap Investment Grade
“Dalam kaitan ini, Bank Indonesia berkomitmen terus memperkuat bauran kebijakan yang diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat, 6 Februari 2026
Dijelaskan bahwa dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV/2025 ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,11 persen yoy ditopang oleh berbagai kebijakan untuk menjaga daya beli dan mendorong konsumsi masyarakat serta meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru).
|Baca juga: Moody’s Menyesuaikan Outlook Indonesia Menjadi Negatif, Ini Respons Gubernur BI
Sedangkan investasi tumbuh sebesar 6,12 persen yoy, didorong oleh pertumbuhan barang modal bangunan serta mesin dan perlengkapan. Konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 4,55 persen yoy sejalan dengan akselerasi belanja pemerintah.
Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh sebesar 5,90 persen yoy didorong oleh peningkatan aktivitas organisasi kemasyarakatan. Ekspor tetap tumbuh positif sebesar 3,25 persen yoy sejalan dengan permintaan mitra dagang utama yang masih kuat dan kunjungan wisatawan mancanegara yang meningkat.
|Baca juga: OJK Ramal Sektor Jasa Keuangan RI Tumbuh Solid di 2026, Ini Rincian Targetnya!
Dari sisi Lapangan Usaha (LU), seluruh LU pada triwulan IV/2025 menunjukkan kinerja positif, kecuali LU Pertambangan dan LU Pengadaan Air. LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan, serta LU Informasi dan Komunikasi sebagai kontributor utama pertumbuhan ekonomi tumbuh positif seiring dengan peningkatan permintaan domestik dan terjaganya permintaan eksternal.
Sedangkan ari sisi spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan IV/2025 tertinggi tercatat di wilayah Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua).
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
