Media Asuransi, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia Januari-Februari 2026 mengalami surplus US$2,23 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa surplus neraca perdagangan ini berasal dari surplus sektor nonmigas US$5,42 miliar, sementara sektor migas defisit senilai US$3,19 miliar.
|Baca juga: Inflasi Maret 2026 Sebesar 3,48% Yoy
Dia katakan, nilai ekspor Indonesia Januari-Februari 2026 mencapai US$44,32 miliar atau naik 2,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. “Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas naik 2,82 persen menjadi US$42,35 miliar,” katanya dalam jumpa pers secara daring, Rabu, 1 April 2026.
Sementara itu pada Februari 2026, ekspor mencapai US$22,17 miliar, naik 1,01 persen dibanding Februari 2025. Demikian juga dengan ekspor nonmigas Februari 2026 naik 1,3 persen menjadi US$21,09 miliar.
|Baca juga: Serangan AS-Israel ke Iran Picu Ketegangan, Eksportir Waspadai Lonjakan Biaya Logistik
Di sisi lain, nilai impor Indonesia Januari-Februari 2026 mencapai US$42,09 miliar atau naik 14,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas naik 17,49 persen menjadi US$36,93 miliar.
Sementara itu, pada Februari 2026, impor mencapai US$20,89 miliar, naik 10,85 persen dibandingkan Februari 2025. Demikian juga dengan impor nonmigas naik 18,24 persen menjadi US$18,90 miliar.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
