Media Asuransi, JAKARTA – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung membeberkan tiga poin instruksi strategis untuk PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Instruksi itu sejalan SMI yang telah berkarya selama 17 tahun dalam membangun infrastruktur nasional.
Juda menegaskan SMI bukan sekadar perusahaan pembiayaan, melainkan instrumen strategis negara atau development finance institution yang berfungsi sebagai alat kebijakan fiskal dengan memastikan pembangunan infrastruktur tetap berjalan tanpa mengganggu stabilitas fiskal.
“Ketika ada daerah yang terdampak bencana, misalnya, SMI hadir melakukan restrukturisasi agar APBD tidak kolaps. Ketika transisi energi harus berjalan tanpa membebani fiskal APBN, SMI melakukan blended finance, pembiayaan blending. Itulah fungsi negara hadir melalui SMI,” ujar Juda, dikutip dari keterangannya, Jumat, 27 Februari 2026.
Memasuki usia ke-17, Juda menekankan, SMI harus memiliki rekam jejak yang jelas dan mandat yang tegas. Ia meminta agar setiap pembiayaan yang disalurkan memiliki kerangka dampak yang tajam dan tidak abstrak.
|Baca juga: AASI Siap Jadi Fasilitator dan Jembatan Komunikasi untuk Optimalkan Spin-Off UUS Asuransi
|Baca juga: Presiden Direktur Sun Life Resmi Pimpin AAJI 2026-2028
Juda menilai keberhasilan tidak boleh hanya diukur dari terserapnya anggaran atau selesainya proyek, tetapi harus dilihat dari perubahan kualitas hidup masyarakat yang dihasilkan. Terkait green portfolio, Juda mengingatkan label ‘hijau’ tidak boleh sekadar kosmetik.
Dirinya menambahkan proyek energi terbarukan harus memiliki struktur keuangan yang kuat agar tidak menimbulkan risiko baru. Ia mendorong pemanfaatan skema blended finance yang menggabungkan pendanaan komersial dan konsesional untuk infrastruktur sosial dan transisi energi.
Poin ketiga yang ditekankan adalah mengenai tata kelola (governance). Hal ini menjadi sangat krusial karena SMI berencana menerbitkan Obligasi Ritel Infrastruktur SMI (ORIS) tahun ini. Mengingat instrumen ini melibatkan uang publik, transparansi dan disiplin tata kelola harus diperkuat untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
“Begitu kepercayaan goyah, semuanya akan runtuh. Jika tata kelola longgar, seluruh capaian selama 17 tahun bisa hilang seketika,” kata Juda seraya berharap agar SMI bisa terus berkarya dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan Indonesia di masa depan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
