1
1

Airlangga Minta Industri Pariwisata Bawa Wisatawan Mancanegara saat Rupiah Melemah

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. | Foto: Media Asuransi/Sarah Dwi Cahyani

Media Asuransi, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong pelaku industri pariwisata memanfaatkan momentum pelemahan nilai tukar rupiah sebagai peluang menarik lebih banyak wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Airlangga menjelaskan Indonesia dengan seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat strategi untuk menjaga daya saing sektor pariwisata, termasuk dengan membuka rute internasional baru serta memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata yang aman dan stabil.

“Kita (Indonesia) perlu negosiasi rute internasional baru, serta memperkuat branding Indonesia sebagai destinasi yang aman dan stabil,” kata Airlangga, dalam Tourism Under Fire bertajuk ‘Dampak Eskalasi Konflik Global Terhadap Pariwisata‘, Senin, 16 Maret 2026.

Selain itu, pemerintah melihat peluang besar dari tren meningkatnya mobilitas pekerja digital global. Indonesia dinilai memiliki sejumlah kota yang berpotensi menjadi destinasi bagi para digital nomad atau profesional yang bekerja secara jarak jauh.

|Baca juga: AAUI Usul Iuran Penjaminan Polis Dihitung dari Premi Neto

|Baca juga: AAUI Dorong Program Penjaminan Polis Segera Berjalan Demi Pulihkan Kepercayaan Publik

“Indonesia juga perlu mendorong destinasi bagi digital nomad untuk menangkap peluang migrasi digital profesional di daerah seperti Jakarta-Bali yang memiliki potensi untuk ditawarkan sebagai ekosistem kerja yang aman dan berteknologi tinggi,” tukasnya.

Di sisi lain, Airlangga menilai, pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini justru dapat menjadi peluang tersembunyi bagi sektor pariwisata nasional. Dengan nilai tukar yang lebih rendah, wisatawan asing dapat memperoleh nilai lebih dari uang yang mereka tukarkan saat berkunjung ke Indonesia.

“Nilai tukar saat ini seharusnya menjadi potensi tersembunyi dalam menarik wisatawan, karena mereka bisa mendapatkan nilai lebih dari uang yang mereka tukarkan,” ungkapnya.

Karena itu, strategi pemasaran pariwisata perlu menonjolkan Indonesia sebagai destinasi wisata dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan negara lain. Lebih lanjut, Airlangga menegaskan, penguatan sektor pariwisata membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Pemerintah Dorong Reformasi Kebijakan Pariwisata Hadapi Ketidakpastian Global
Next Post Ratusan Miliar Rupiah Devisa Pariwisata Berpotensi Raib Akibat Konflik Timur Tengah

Member Login

or