Media Asuransi, JAKARTA – Kondisi pasar modal Indonesia dinilai tetap solid dan tahan banting di tengah dinamika yang terjadi dalam sepekan terakhir. Pemerintah melihat gejolak tersebut bukan sebagai sinyal pelemahan, melainkan cerminan kuatnya fondasi ekonomi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pergerakan pasar modal dalam beberapa hari terakhir justru menunjukkan resiliensi yang baik. Situasi ini disebut dapat menjadi momentum penting untuk mendorong pembenahan pasar ke arah yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Terkait dengan isu yang terjadi di pasar modal dalam sepekan terakhir juga menunjukkan resiliensi dan fundamental yang kuat. Dan ini menjadi momentum bagi perbaikan pasar yang lebih sehat ke depan,” ucap Airlangga, dalam acara Nusantara Economic Outlook 2026, di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Lebih lanjut, lanjutnya, pemerintah bersama regulator terus mendorong reformasi pasar modal secara menyeluruh. Reformasi tersebut difokuskan pada peningkatan likuiditas, transparansi, kepemilikan manfaat, penguatan tata kelola dan penegakan hukum, serta pendalaman pasar secara terintegrasi.
|Baca juga: Komisaris Erwin Ciputra Borong 2,3 Juta Saham Chandra Daya Investasi (CDIA)
|Baca juga: Bos OJK Yakin Kinerja Asuransi Kendaraan Tetap Ciamik di 2026
|Baca juga: Makin Tajir Melintir, Preskom BCA Jahja Setiaatmadja Borong 67.000 Saham BBCA!
Airlangga menambahkan rangkaian kebijakan reformasi yang telah ditetapkan mulai memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar. Dampaknya tercermin pada kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali bergerak di zona positif.
“Pemerintah dan regulator sudah menetapkan delapan poin reformasi pasar modal dengan fokus meningkatkan likuiditas, transparansi, kepemilikan manfaat, tata kelola penegakan hukum, dan pendalaman pasar terintegrasi yang sudah ditutup ke zona hijau di angka 8.122 di hari Selasa kemarin,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
