1
1

Bappenas Sebut Program MBG dan Danantara Jadi Solusi Atasi Persoalan Struktural

Ilustrasi. | Foto: Danantara Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menjelaskan Indonesia dituntut memiliki perencanaan kebijakan yang kuat dan berbasis data guna memitigasi dampak lintas generasi. Harapannya bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Direktur Pembangunan Ekonomi Makro dan Pengembangan Model Pembangunan, Kementerian PPN/Bappenas Ibnu Yahya menilai perencanaan yang kuat dan berbasis data menjadi penting untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks dari sisi geopolitik dan geoekonomi.

“Dalam konteks ini, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Danantara diposisikan sebagai solusi atas persoalan struktural,” kata Ibnu, dalam sebuah diskusi yang digelar secara daring, dikutip dari keterangannya, Senin, 12 Januari 2026.

Dirinya menjelaskan MBG berperan memperkuat sektor kesehatan dan kualitas sumber daya manusia, sementara Danantara diarahkan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan mendorong revitalisasi industri nasional, khususnya sektor manufaktur yang masih tertinggal dalam kompleksitas produk dan nilai tambah.

“Di tengah megatren penuaan populasi dan proyeksi penurunan jumlah penduduk usia produktif, peningkatan produktivitas nasional dalam jangka waktu yang semakin terbatas menjadi kunci, sehingga kualitas generasi muda melalui MBG menjadi faktor penentu daya saing ekonomi ke depan,” tukasnya.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5–6 persen, lanjutnya, pemerintah perlu memfokuskan kebijakan pada dua pilar utama, yakni penguatan industri dan peningkatan pendapatan kelas menengah, dengan tetap memastikan realokasi APBN untuk program-program prioritas ini tidak menimbulkan guncangan signifikan terhadap stabilitas fiskal.

“Serta dirancang agar berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan jangka panjang,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Sepanjang  2025 Hampir 400 Ribu Wisatawan Berkunjung Ke Pulau Seribu
Next Post Bappenas: Kebijakan Fiskal Kunci Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sesuai Arah RPJMN 2025–2029

Member Login

or