Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memperkuat kebijakan moneter ekspansif dengan melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dalam jumlah besar sepanjang 2025 hingga awal 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas perekonomian sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global.
“BI telah membeli SBN sebesar Rp332,1 triliun selama 2025, termasuk pembelian di pasar sekunder dan program debt switching dengan pemerintah sebesar Rp246,6 triliun, serta sebesar Rp23,7 triliun sampai dengan 23 Januari 2026,” ujar Anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sekaligus Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat KSSK di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
Perry menjelaskan, pembelian SBN tersebut dilakukan baik melalui pasar sekunder maupun melalui sinergi program pengelolaan utang dengan pemerintah. Kebijakan ini ditempuh sebagai bagian dari strategi moneter yang akomodatif dan terukur.
BI menegaskan seluruh pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Mekanisme yang digunakan mengikuti kaidah pasar, dilaksanakan secara transparan, serta konsisten dengan arah kebijakan moneter yang telah ditetapkan.
|Baca juga: Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI, Berikut Profil Thomas Djiwandono
|Baca juga: Bos BTN (BBTN): Perbankan Punya Peran Strategis Dukung Program 3 Juta Rumah di 2026
|Baca juga: Bos BTN (BBTN) Harap Aset BSN Tembus Rp130,8 Triliun di 2030
Langkah tersebut juga mencerminkan koordinasi yang erat antara otoritas moneter dan fiskal. Sinergi BI dan pemerintah dinilai krusial dalam menjaga stabilitas makroekonomi, terutama dalam menghadapi tekanan eksternal serta menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap kebijakan ekonomi nasional.
“Pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan moneter,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
