Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital yang tinggi pada triwulan IV/2025. Kinerja tersebut tercermin dari volume transaksi pembayaran digital yang mencapai 14,26 miliar transaksi di periode tersebut.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan volume transaksi pembayaran digital pada triwulan IV/2025 tumbuh 39,1 persen secara tahunan (yoy) atau mencapai 14,26 miliar transaksi. “Pertumbuhan volume transaksi pembayaran digital didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital,” kata Perry, dalam konferensi pers Hasil RDG BI, Rabu, 21 Januari 2026.
Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet, lanjutnya, masing-masing tumbuh sebesar 12,10 persen yoy dan 15,10 persen yoy, termasuk transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang terus tumbuh tinggi mencapai 139,99 persen yoy.
“Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant,” katanya.
|Baca juga: Perkuat Kepemilikan, Komisaris Suhendra Prawira Widjaja Borong Saham Ultrajaya (ULTJ)
|Baca juga: Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75% di Januari 2026
|Baca juga: Bos BI Pastikan Pergantian Deputi Gubernur Tidak Ganggu Independensi
Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-Fast mencapai 1.358,65 juta transaksi atau tumbuh 30,44 persen (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp3.442,26 triliun pada triwulan IV/2025.
Sementara itu, BI juga mencatatkan volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 2,88 juta transaksi atau tumbuh 3,82 persen yoy, dengan nilai sebesar Rp65.069,78 triliun pada triwulan IV/2025.
“Dari sisi pengelolaan uang rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 12,90 persen yoy menjadi Rp1.359,94 triliun pada triwulan IV/2025,” pungkas Perry.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
