1
1

BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,7% di Kuartal I/2026

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur BI yang digelar secara virtual, Rabu, 21 Januari 2026. | Foto: Media Asuransi/Sarah Dwi Cahyani

Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2026 mencapai 5,7 persen. Optimisme tersebut didukung oleh kuatnya permintaan domestik serta berlanjutnya berbagai stimulus kebijakan yang telah dan terus dijalankan.

|Baca juga: Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75% di Januari 2026

|Baca juga: Bos BI Pastikan Pergantian Deputi Gubernur Tidak Ganggu Independensi

“Kami (BI) melihat di 2025 ini pertumbuhan ekonomi masih berkisar 4,7 persen sampai 5,5 persen dan di 2026 akan menuju kepada 4,9 persen sampai 5,7 persen, itu pertumbuhan ekonomi,” ujar Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman, dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu, 21 Januari 2026.

Aida menyampaikan proyeksi BI untuk perekonomian Indonesia di kuartal IV/2025 hingga kuartal I/2026 masih menunjukkan kinerja yang cukup baik. Bahkan, angka tersebut diyakini bisa lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2025.

|Baca juga: Perluas Ekosistem Pembayaran Digital, BI Bidik Transaksi QRIS Tembus 17 Miliar di 2026

Faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, lanjutnya, berasal dari permintaan domestik. Kinerja tersebut ditopang oleh sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dan pemerintah.

“Faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut adalah lebih dari domestik demand. Jadi dengan adanya stimulus yang sudah dilakukan oleh BI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi baik dari sisi moneter, kemudian makroprudensial, maupun sisi pembayaran, bersinergi dengan stimulus pemerintah,” jelas Aida.

|Baca juga: Rupiah Ambruk di Awal Tahun, BI Beberkan Akar Masalahnya!

|Baca juga: Berikut 4 Saham yang Bisa Dicermati Hari Ini saat IHSG Diprediksi Terkoreksi

Menurut Aida kombinasi kebijakan tersebut berdampak langsung pada peningkatan konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, serta investasi. Bahkan, berbagai program pemerintah juga menjadi penopang penting bagi kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Perluas Ekosistem Pembayaran Digital, BI Bidik Transaksi QRIS Tembus 17 Miliar di 2026
Next Post Eastspring Indonesia Gandeng WWF Dukung Pemulihan Sumatra

Member Login

or