1
1

BI Pede Idulfitri Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Tetap Kuat di Kuartal I/2026

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman. | Foto: Media Asuransi/Sarah Dwi Cahyani

Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memperkirakan momentum Idulfitri menjadi salah satu pendorong utama peningkatan konsumsi domestik yang berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2026.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman menegaskan proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) secara keseluruhan masih berada dalam kisaran yang telah ditetapkan.

“Untuk PDB kami masih mempunyai perkiraannya sekitar 4,9 persen sampai 5,7 persen. Kemudian di kuartal ke satu ini seperti yang disampaikan, momentum untuk peningkatan pertumbuhan ekonominya sudah kelihatan,” ujar Aida, dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan (RDGB), Selasa, 17 Maret 2026.

Ia menjelaskan pada kuartal pertama, pertumbuhan ekonomi didorong kuat oleh permintaan domestik yang bersumber dari konsumsi dan investasi. Konsumsi, baik dari rumah tangga maupun pemerintah, menunjukkan peningkatan yang tercermin dari berbagai indikator ekonomi.

|Baca juga: OJK Siapkan New RBC, Pialang Asuransi Buka Suara soal Dampaknya ke Industri!

|Baca juga: Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

|Baca juga: Siap-siap! BI Bakal Perketat Aturan Beli Dolar Mulai April, Ini Bocorannya!

“Terutama di kuartal satu ini kita melihat dukungan dari domestic demand. Semua itu berasal dari konsumsi dan dari investasi. Konsumsi baik dari rumah tangga maupun dari pemerintah juga mengalami peningkatan, itu dari indikator-indikator yang kita lihat,” tuturnya.

Menurut Aida, peningkatan konsumsi rumah tangga tidak lepas dari faktor musiman seperti Hari Besar Keagamaan Nasional, termasuk Idulfitri, yang mendorong belanja masyarakat. Selain itu, perbaikan pendapatan serta dukungan kebijakan pemerintah turut memperkuat daya beli.

Dari sisi investasi, Aida melihat adanya akselerasi program pemerintah yang turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Beberapa program strategis seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan proyek-proyek yang dijalankan oleh BPI Danantara dinilai mampu menjaga momentum investasi.

|Baca juga: BI-Rate Tetap 4,75% di Maret 2026

|Baca juga: Perang Timur Tengah Picu Tekanan Global, BI Siapkan Jurus Stabilkan Rupiah

“Sehingga kita melihat memang di kuartal satu ini baik konsumsi maupun PDB mudah-mudahan kelihatannya akan lebih baik daripada kuartal IV/2025,” ujarnya.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan optimisme terhadap kinerja ekonomi pada awal tahun ini. Ia menilai berbagai indikator yang berkembang menunjukkan arah perbaikan.

“Kami perkirakan dengan berbagai indikator-indikator yang berkembang selama ini insyaallah pertumbuhan PDB di triwulan satu akan lebih baik dibandingkan dengan triwulan empat 2025 yang tadi disampaikan oleh Bu Aida,” ujarnya.

Lebih lanjut, Perry menegaskan, secara keseluruhan Bank Indonesia tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen pada 2026, dengan titik tengah di level 5,3–5,4 persen.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Rachmat Budi Legowo: Piawai Dalam Bernegoisasi
Next Post 28% Kendaraan Pemudik Telah Tinggalkan Jakarta, Besok & Lusa Puncak Arus Mudik Tahap Kedua

Member Login

or