1
1

BI Perpanjang Jadwal Pemesanan Penukaran Uang Rupiah di Program SERAMBI 2026

Ilustrasi. | Foto: Bank Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melakukan peningkatan jumlah kuota serta perpanjangan jadwal pemesanan penukaran uang rupiah tahap kedua melalui aplikasi PINTAR untuk wilayah Jawa. Hal itu dilakukan guna menjawab tingginya animo masyarakat dalam program SERAMBI 2026.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menjelaskan pemesanan penukaran wilayah Jawa dapat dilakukan lebih cepat yaitu mulai 24 Februari 2026, pukul 08.00 WIB hingga kuota habis.

|Baca juga: Sah! Ini Susunan Dewan Pengawas dan Direksi Baru BPJS Kesehatan 2026-2031

|Baca juga: Ekonom Permata Bank Beberkan 4 Risiko Global yang Berdampak ke Ekonomi RI

“Sedangkan pemesanan penukaran wilayah luar Jawa tetap dilakukan mulai 27 Februari 2026, pukul 08.00 WIB hingga kuota habis,” kata Ramdan, dikutip dari keterangan resminya, Senin, 23 Februari 2026.

Memperkuat layanan penukaran uang rupiah

Sebelumnya, BI bersama perbankan kembali memperkuat layanan penukaran uang rupiah untuk menjawab kebutuhan ketersediaan uang layak edar bagi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2026.

Layanan dikemas dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 yang dibuka oleh Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali bersama para pimpinan perbankan dan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengolahan Uang Tunai Indonesia (APJATIN) di Bank Indonesia, Jakarta.

Dalam rangkaian SERAMBI 2026 yang berlangsung hingga 15 Maret 2026, Bank Indonesia telah menyiapkan uang tunai dengan kondisi layak edar sebesar Rp185,6 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp177 triliun dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perbankan, termasuk penarikan tunai melalui ATM dan kantor cabang perbankan.

|Baca juga: Permata Bank Nilai Suku Bunga Kredit Perbankan Berpeluang Turun Bertahap

|Baca juga: Efek MSCI dan Moody’s Dinilai Bersifat Jangka Pendek terhadap Pasar Keuangan RI

|Baca juga: Rupiah Belum Aman, Ekonom Permata Bank Sebut Tekanan Global dan Domestik Masih Menghantui

Ricky menyampaikan jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya sejalan dengan aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat dan konsumsi rumah tangga yang menguat, serta kebutuhan sistem pembayaran baik tunai maupun nontunai yang diprakirakan meningkat selama periode RAFI, sekaligus mendorong pertumbuhan 2026.

Di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi selama periode fitri ini, tambahnya, Bank Indonesia juga mendorong masyarakat memanfaatkan transaksi pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal melalui mobile dan internet banking.

“Termasuk transfer dana menggunakan BI-FAST dan QRIS,” pungkas Ricky.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post 6 Perusahaan Asuransi dan 7 Dana Pensiun Masuk Pengawasan Khusus OJK
Next Post Ekonom Nilai Tarif 0% ke AS Berpotensi Dorong Ekspor Tekstil dan Alas Kaki Indonesia

Member Login

or