Media Asuransi, JAKARTA – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan Bank Indonesia akan terus hadir di pasar. Hal itu dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar untuk mencegah dampak dari meluasnya konflik Timur Tengah.
|Baca juga: Dana Rp200 Triliun Himbara Diperpanjang, OJK Sebut Kunci Jaga Kredit Tetap Ngebut
|Baca juga: OJK Temukan 9 Pindar Belum Sanggupi Pemenuhan Modal Minimum
“Intervensi yang tegas dan konsisten akan terus kami lakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder,” kata Destry, dikutip dari keterangannya, Rabu, 4 Maret 2026.
|Baca juga: Konflik AS-Israel vs Iran Guncang Asuransi Nasional, Premi Naik hingga RBC Terancam Turun?
|Baca juga: DAI Sebut Transparansi dan Penguatan Governance Jadi Kunci Dana Asuransi Mengalir ke Saham
Ia menambahkan pelemahan rupiah masih aligned dengan regional, secara MTD melemah 0,51 persen, relatif lebih baik dibandingkan dengan regional. Sementara cadangan devisa tetap terjaga di level US$154,6 miliar di akhir Januari 2026 dan arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik selama 2026 tercatat sejumlah Rp25,7 triliun.
|Baca juga: Ketua DAI Dukung Reformasi Pasar Modal RI, Sinyal Asuransi Siap Masuk Lagi ke Saham?
|Baca juga: OJK Targetkan Finalisasi New RBC Tahun Ini, Uji Coba Difokuskan ke Asuransi Beraset Jumbo
Mengutip data Investing, Rabu, 4 Maret 2026, pukul 09.39 WIB, nilai tukar rupiah pada pagi ini berada di level Rp16.914 per US$. Pagi tadi nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp16.850 per US$. Sedangkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp16.824 per US$.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
