1
1

BI Tegaskan Sistem Keuangan RI Kuat dan Stabil hingga Akhir 2025

Gedung Bank Indonesia (BI). | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menegaskan sistem keuangan nasional hingga akhir 2025 tetap berada dalam kondisi yang kuat dan stabil. Hal tersebut didukung oleh likuiditas perbankan yang memadai, permodalan yang solid, serta risiko kredit yang rendah.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan hingga November 2025 rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan tercatat tinggi yakni sebesar 26,05 persen. “(Nilai ini) tergolong kuat dalam menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan kredit,” kata Perry, dalam konferensi pers Hasil RDG BI, Rabu, 21 Januari 2026.

Di sisi kualitas aset, risiko kredit perbankan tetap terkendali. BI mencatat rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) perbankan secara agregat tercatat rendah sebesar 2,21 persen (bruto) dan 0,86 persen (neto) pada November 2025.

|Baca juga: JMA Syariah (JMAS) Catat Laba Bersih Naik 42% di 2025

|Baca juga: Update Kasus Investree, OJK: Proses Verifikasi Data Dilaksanakan Bertahap dan Cermat!

|Baca juga: Perkuat Kepemilikan, Komisaris Suhendra Prawira Widjaja Borong Saham Ultrajaya (ULTJ)

Selain itu hasil stress test yang dilakukan BI menunjukkan ketahanan perbankan nasional tetap kuat dalam menghadapi berbagai skenario risiko. Kondisi tersebut ditopang oleh kemampuan bayar korporasi yang terjaga serta tingkat profitabilitas dunia usaha yang masih terjaga.

“Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam memitigasi berbagai risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan,” pungkas Perry.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bos BI: Penguatan Pertumbuhan Ekonomi RI di 2026 Perlu Ditopang Stimulus Pemerintah
Next Post Implementasi QRIS Masih Belum Merata, BI: Akses Internet dan Kualitas Sinyal Jadi Kendala Utama!

Member Login

or