1
1

BI Terapkan Strategi Ini Pastikan Inflasi Ramadan dan Lebaran 2026 Terkendali

Gedung Bank Indonesia. | Foto: BI

Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memastikan tekanan inflasi selama Ramadan dan Idulfitri 2026 tetap terkendali meski diperkirakan berada sedikit di atas level tiga persen.

Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman mengatakan kenaikan inflasi tersebut terutama dipengaruhi efek administered prices, khususnya dampak diskon tarif listrik pada awal 2025 yang masih terbawa ke tahun ini.

Sebagaimana diketahui, inflasi pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen secara tahunan. “Dan nanti masih terasa dampaknya sampai Januari, Februari, Maret 2026,” ujar Aida, dalam konferensi pers Hasil RDG BI, Kamis, 19 Februari 2026.

Ia menjelaskan tekanan inflasi yang sedikit lebih tinggi itu bukan berasal dari lonjakan harga pangan. Dari sisi pasokan, komoditas hortikultura seperti bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit justru berada dalam periode panen sehingga membantu menjaga stabilitas harga.

|Baca juga: Tok! BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,75% pada Februari 2026

|Baca juga: Ramalan BI: Imlek hingga Lebaran Bikin Ekonomi RI di Kuartal I/2026 Tetap Tinggi

|Baca juga: BI Ramal Inflasi Ramadan dan Idulfitri 2026 Tetap Terkendali

Pemantauan harga secara mingguan yang dilakukan BI juga menunjukkan pergerakan harga masih sesuai dengan proyeksi dan diperkirakan bertahan hingga Maret 2026. “Kami melakukan monitoring mingguan untuk harga-harga semuanya masih dalam kisaran proyeksi dari Bank Indonesia,” ungkapnya.

Untuk menjaga stabilitas harga, BI memperkuat koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), seluruh kantor perwakilan BI, serta kementerian terkait di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Selain itu, BI juga meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Program ini berbeda dengan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) karena lebih menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan melalui peningkatan pasokan dan kelancaran distribusi.

Peluncuran GPIPS telah dilakukan di Sumatra Selatan dan akan diperluas ke berbagai daerah bersama pemerintah pusat dan daerah. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan inflasi tetap terkendali, termasuk selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BI Pede Ekonomi RI Bakal Melejit 5,7% di 2026
Next Post Bos BRI Beberkan Persoalan Perbankan Bukan di Likuiditas tapi di Permintaan Kredit

Member Login

or