1
1

Bos BI: Penguatan Pertumbuhan Ekonomi RI di 2026 Perlu Ditopang Stimulus Pemerintah

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. | Foto: Bank Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan penguatan pertumbuhan ekonomi Tanah Air pada 2026 perlu ditopang oleh efektivitas stimulus pemerintah, khususnya dalam mendorong konsumsi rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja.

“Efektivitas berbagai program stimulus pemerintah pada 2026 perlu diperkuat untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja,” kata Perry, dalam konferensi pers Hasil RDG BI, Rabu, 21 Januari 2026.

BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan menguat di kisaran 4,9-5,7 persen. Proyeksi tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan domestik serta berlanjutnya dampak positif kebijakan pemerintah dan bauran kebijakan bank sentral.

Selain konsumsi, investasi juga diramal tumbuh lebih tinggi. Menurut Perry peningkatan investasi ditopang oleh keberlanjutan program prioritas pemerintah, termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta kapasitas perekonomian nasional.

|Baca juga: BRI (BBRI) Siap Tebar Dividen Interim Rp137 per Saham, Cek Jadwal Lengkapnya di Sini!

|Baca juga: Bos OJK Harap Penyaluran Pendanaan Pindar Meningkat di Ramadan 2026

|Baca juga: JMA Syariah (JMAS) Catat Laba Bersih Naik 42% di 2025

“Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan,” ujar Perry.

Sementara itu, untuk jangka pendek, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2025 akan lebih tinggi. Kinerja tersebut ditopang oleh kenaikan permintaan domestik seiring membaiknya keyakinan pelaku ekonomi dan meningkatnya stimulus fiskal.

Dari sisi lapangan usaha, sejumlah sektor utama seperti industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta informasi dan komunikasi tercatat menunjukkan kinerja yang positif. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi tercatat di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, diikuti Jawa dan Kalimantan.

Kinerja tersebut terutama didorong oleh peningkatan permintaan domestik di masing-masing wilayah. Untuk keseluruhan 2025, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada dalam kisaran 4,7-5,5 persen. “Pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 diperkirakan berada di kisaran 4,7-5,5 persen,” pungkas Perry.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Ditopang Investasi, BI Catat Kredit Perbankan Melejit 9,69% di 2025
Next Post BI Tegaskan Sistem Keuangan RI Kuat dan Stabil hingga Akhir 2025

Member Login

or