1
1

Dewan Ekonomi Nasional Sebut Ketidakpastian Global Takkan Mereda, Bagaimana Nasib RI?

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu. | Foto: Media Asuransi/Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA – Dewan Ekonomi Nasional menilai ketidakpastian global tidak akan mereda dalam waktu dekat yang artinya harus diwaspadai dan diantisipasi sebaik mungkin oleh semua pihak di Tanah Air. Namun patut disyukuri, kondisi tersebut diimbangi dengan stabilnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu menjelaskan ketidakpastian global di akhir 2025 sempat mereda, namun kembali naik di awal 2026. Jika ditelisik sedikit ke belakang, Mari menceritakan, lonjakan kecil pertama terjadi di era Trump 1.0, disusul oleh pandemi covid-19, dan kemudian ada perang Rusia-Ukraina.

“Jadi kita berada pada situasi Trump 1.0 dengan segala macam ketidakpastian yang terjadi karena perang dagang dan pengenaan tarif dan lain sebagainya,” kata Mari, dalam webinar bertema ‘Economic Outlook 2026‘ yang digelar OJK Institute, Kamis, 19 Februari 2026.

|Baca juga: Siasat J&T Express Hadapi Lonjakan Pengiriman Selama Ramadan 2026

|Baca juga: Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global yang Tinggi

Pada saat yang bersamaan, lanjut Mari, ada banyak ketidakpastian geopolitik, konflik, dan kejadian di pasar. Bahkan, ekonomi China juga terimbas dari ketidakpastian itu semua yang mengakibatkan terjadinya perlambatan perekonomian, terlepas ada persoalan internal di China.

“Ini mempunyai dampak besar kepada Indonesia karena pasar terbesar buat Indonesia atau mitra dagang terbesar Indonesia adalah China, termasuk investor dari China juga penting buat Indonesia,” jelasnya.

|Baca juga: MNC Sekuritas Sarankan 4 Saham Ini saat IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi

Namun tantangan itu tidak berhenti sampai di situ. Mari menjelaskan di saat yang sama juga ada tantangan-tantangan seperti ketahanan pangan, disruption dari kecerdasan buatan atau AI dan digital, perubahan iklim, dan fragmentasi yang terjadi karena ada geopolitik dan geoekonomi.

“Dan (kondisi ketidakpastian) ini tidak akan mereda. Justru konflik geopolitik di 2026 akan meningkat baik konflik internal maupun konflik multi country atau internasional. Kita melihat di Januari saja sudah ada masalah Venezuela dengan diambilnya pemimpin dari negara demokratis oleh negara demokratis lain,” ucapnya.

Menurutnya kejadian di Venezuela belum pernah terjadi dalam kurun waktu 20-30 tahun ke belakang. Kemudian, ada isu Greenland dan konflik atau tindakan-tindakan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) yang jelas-jelas melanggar aturan main internasional baik di isu perdagangan maupun Konvensi PBB.

|Baca juga: Begini Strategi PTPP Sinergikan K3, ESG, dan Transportasi Hijau

|Baca juga: Yasunori Suita Ditunjuk Jadi Wakil Presiden Direktur Bussan Auto Finance

“Jadi ini sebetulnya mengkhawatirkan dan intinya ketidakpastian bukannya akan menurun tetapi kemungkinan besar akan meningkat. Jadi inilah yang dihadapi oleh Indonesia,” tukasnya.

Ekonomi Indonesia stabil di tengah ketidakpastian global yang tinggi

Namun demikian, ia menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di tengah ketidakpastian global yang tinggi. Bahkan, bisa dibilang pertumbuhan perekonomian Tanah Air salah satu yang tertinggi di G20 maupun di ASEAN.

“Mungkin Vietnam saja yang (pertumbuhan ekonominya) lebih tinggi dari kita di 6-7 persen. Untuk 2026, proyeksi (pertumbuhan ekonomi Indonesia di) APBN adalah 5,4 persen dan Bank Indonesia di range yang antara 4,9 persen sampai dengan 5,7 persen di 2006. Itu artinya tengah-tengahnya 5,3 persen,” jelasnya.

Sedangkan di 2027, lanjutnya, diperkirakan ekonomi Indonesia naik sedikit di angka 5,5 persen. “Kalau 2027, diperkirakan (ekonomi Indonesia) naik sedikit ke tengahnya di 5,5 persen. Jadi berkisarnya masih di lima persen, paling tinggi di atas 5,4-5,5 persen. Walaupun Menteri Keuangan merasa masih bisa tumbuh ke enam persen,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Siasat J&T Express Hadapi Lonjakan Pengiriman Selama Ramadan 2026
Next Post Langkah Strategis Chubb Life Indonesia dengan Penunjukan Naresh Krishnan sebagai Presiden Direktur

Member Login

or