Media Asuransi, JAKARTA – Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sekaligus Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kinerja pendapatan negara menghadapi berbagai tantangan di tengah gejolak perekonomian global.
Hingga akhir kuartal IV/2025, penerimaan perpajakan tercatat mencapai Rp2.217,9 triliun atau 89,0 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Capaian tersebut terjadi di tengah tekanan penurunan harga komoditas global, pemberian restitusi untuk menjaga likuiditas dunia usaha, serta implementasi kebijakan fiskal yang diarahkan untuk melindungi daya beli masyarakat dan menjaga keberlanjutan usaha.
“Kinerja pendapatan negara menghadapi berbagai tantangan di tengah gejolak perekonomian global,” ujar Purbaya, dalam konferensi pers Hasil Rapat KSSK, Selasa, 27 Januari 2025.
Di luar penerimaan pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) justru mencatatkan kinerja positif. Hingga akhir 2025, PNBP terealisasi sebesar Rp534,1 triliun atau 104,0 persen dari target APBN, meskipun terdapat pengalihan setoran dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
|Baca juga: Bos BTN (BBTN) Sebut KPP untuk Tuntaskan Masalah Wiraswasta terkait Kepemilikan Rumah
|Baca juga: Direksi BTN dan BNI Diminta Tekan Rasio Kredit Menganggur di 2026
|Baca juga: Rapat Komisi XI DPR Tetapkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Kinerja PNBP yang tetap melampaui target tersebut didukung oleh peningkatan PNBP kementerian dan lembaga (k/l) serta pendapatan Badan Layanan Umum (BLU), seiring percepatan layanan dan inovasi yang terus dilakukan di berbagai sektor.
“Di tengah pengalihan setoran dividen BUMN ke BPI Danantara, kinerja PNBP tetap melampaui target, didukung oleh peningkatan PNBP K/L dan pendapatan BLU seiring percepatan dan inovasi layanan,” pungkas Purbaya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
