Media Asuransi, JAKARTA – Industri perbankan Indonesia berhasil mencatatkan performa impresif sepanjang 2025. Bank Indonesia (BI) melaporkan realisasi kredit perbankan nasional tumbuh sebesar 9,69 persen secara tahunan (yoy), sebuah capaian yang mengonfirmasi ketahanan ekonomi domestik di tengah dinamika pasar global.
Pertumbuhan ini berada dalam koridor perkiraan Bank Indonesia yang dipatok pada kisaran 8-11 persen. Pendorong utama dari performa positif ini adalah sektor investasi yang melonjak tajam, menandakan kepercayaan dunia usaha terhadap stabilitas makroekonomi nasional yang tetap terjaga.
“Capaian tersebut sejalan dengan upaya BI untuk menurunkan suku bunga dan memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) serta realisasi program prioritas pemerintah di tengah kondisi makro dan keuangan yang terjaga,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, dalam konferensi pers Hasil RDG BI, Rabu, 21 Januari 2026.
|Baca juga: JMA Syariah (JMAS) Catat Laba Bersih Naik 42% di 2025
|Baca juga: Update Kasus Investree, OJK: Proses Verifikasi Data Dilaksanakan Bertahap dan Cermat!
|Baca juga: Perkuat Kepemilikan, Komisaris Suhendra Prawira Widjaja Borong Saham Ultrajaya (ULTJ)
Berdasarkan data penggunaan, kredit investasi memimpin dengan pertumbuhan fantastis sebesar 21,06 persen secara tahunan. Di sisi lain, kredit konsumsi tumbuh 6,58 persen dan kredit modal kerja mencatatkan kenaikan sebesar 4,52 persen pada periode yang sama.
Meski pertumbuhan stabil, namun Perry menyoroti besarnya potensi ekspansi yang belum tergarap sepenuhnya oleh pelaku usaha. Tercatat, masih terdapat fasilitas pinjaman yang belum digunakan atau undisbursed loan dalam jumlah yang cukup signifikan pada akhir tahun.
“Pelaku usaha perlu terus didorong untuk melakukan ekspansi usaha dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan atau undisbursed loan yang tercatat masih cukup besar pada Desember 2025, yaitu mencapai Rp2.439,2 triliun,” tutup Perry.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
