1
1

Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI, Peredaran Uang Primer Naik 11,4% di Desember 2025

Ilustrasi. | Foto: Bank Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat peredaran Uang Primer (M0) pada Desember 2025 meningkat signifikan sebesar 11,4 persen secara tahunan (yoy). Peningkatan tersebut sejalan dengan kebijakan BI untuk mendorong efektivitas ekspansi likuiditas moneter guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan pada Desember 2025 pertumbuhan M0 tercatat sebesar 11,4 persen yoy, meningkat signifikan dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 6,5 persen yoy.

“Bahkan, pertumbuhan uang Primer (M0) Adjusted, yaitu uang primer yang telah menetralisasi dampak KLM, tercatat lebih tinggi yaitu 16,8 persen yoy dari pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,3 persen yoy,” kata Perry, dalam konferensi pers Hasil RDG BI, Rabu, 21 Januari 2026.

|Baca juga: Bos OJK Harap Penyaluran Pendanaan Pindar Meningkat di Ramadan 2026

|Baca juga: JMA Syariah (JMAS) Catat Laba Bersih Naik 42% di 2025

|Baca juga: Update Kasus Investree, OJK: Proses Verifikasi Data Dilaksanakan Bertahap dan Cermat!

Dari komponennya, Perry menjelaskan, pertumbuhan M0 yang meningkat dipengaruhi oleh peningkatan pada uang kartal dan giro bank di Bank Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan kenaikan kegiatan ekonomi.

“Dari faktor yang memengaruhi, pertumbuhan M0 yang lebih tinggi dipengaruhi oleh koordinasi fiskal dan moneter sejalan dengan ekspansi likuiditas bank sentral dan stimulus fiskal pemerintah di akhir tahun,” ujarnya.

Sementara itu, pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) pada November 2025 tercatat sebesar 8,3 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Oktober 2025 sebesar 7,7 persen yoy. Dari sisi faktor yang memengaruhi, pertumbuhan M2 yang meningkat dipengaruhi tagihan bersih kepada pemerintah pusat dan perkembangan penyaluran kredit.

“Ke depan, pertumbuhan uang yang beredar perlu terus dimonitor dan kelola melalui sinergi kebijakan Bank Indonesia dan pemerintah guna mendukung pertumbuhan ekonomi,” pungkas Perry.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BI Catat Transaksi Digital Melesat di Triwulan IV/2025, Berikut Rinciannya!
Next Post Dinamika Global Masih Berlanjut, BI Siapkan Banyak Jurus untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Member Login

or