Media Asuransi, JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Cucun Ahmad Syamsurijal meminta publik dan pelaku pasar untuk memberikan ruang serta kepercayaan kepada Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru dalam menjalankan tugas menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional.
Cucun menilai pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia merupakan bagian dari mekanisme konstitusional yang harus disikapi secara proporsional.
“Setiap kali ada pergantian (Deputi) Gubernur Bank Indonesia, respons pasar pasti muncul. Tapi kita perlu memberi kesempatan kepada (Deputi) Gubernur BI yang baru untuk bekerja dan membuktikan kapasitasnya,” ujar Cucun, dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis, 29 Januari 2026.
Ia menegaskan posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas moneter, nilai tukar, serta mengendalikan inflasi. Karena itu kepemimpinan BI seharusnya dinilai dari kinerja dan kebijakan yang dihasilkan, bukan dari spekulasi jangka pendek.
“(Deputi) Gubernur BI ini bukan figur politik, tetapi profesional yang bekerja berdasarkan mandat undang-undang. Mari kita lihat dulu bagaimana kebijakan moneternya dijalankan,” ucap Cucun.
|Baca juga: Purbaya Tegaskan Ekonomi RI Tetap Kuat, Berikut Faktor Penyebabnya!
Selain itu, dirinya menyoroti pentingnya sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah. Ia berharap Deputi Gubernur BI yang baru mampu memperkuat koordinasi kebijakan moneter dan fiskal agar berjalan searah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah ketidakpastian global.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah soliditas antara fiskal dan moneter. (Deputi) Gubernur BI harus bisa menjadi penghubung yang kuat agar kebijakan ekonomi negara saling menguatkan,” ujarnya.
Bank Indonesia, lanjutnya, berperan sebagai shock absorber ketika perekonomian nasional menghadapi tekanan dari dalam maupun luar negeri. Karena itu, keberadaan Deputi Gubernur BI yang kredibel dan independen menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar dan masyarakat.
|Baca juga: Tembus Rp744 Triliun, KSSK Catat Pembiayaan APBN 2025 Melonjak di Atas Target
|Baca juga: Oona Insurance (ABDA) Umumkan Pergantian Sekretaris Perusahaan Baru, Siapa Dia?
|Baca juga: Berikut 4 Saham yang Direkomendasikan Hari Ini saat IHSG Masih Rawan Longsor
Lebih lanjut, Cucun menegaskan, DPR RI akan tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap Bank Indonesia, termasuk terhadap kebijakan yang diambil oleh Deputi Gubernur BI yang baru. Namun, pengawasan tersebut dilakukan tanpa mengganggu independensi BI sebagai bank sentral.
“DPR akan terus mengawal kebijakan moneter, tetapi tetap menghormati independensi Bank Indonesia sesuai amanat undang-undang. Kuncinya adalah kepercayaan. Jika diberi ruang bekerja, saya yakin (Deputi) Gubernur BI yang baru dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional,” pungkas Cucun.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
