1
1

Ekonom Bank Mandiri Sebut Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi

Suasana Mandiri Macro and Market Brief 3Q25 Indonesia Economic Outlook : Building Resilience in The Midst of Global Turbulence. | Foto: Bank Mandiri

Media Asuransi, JAKARTA – Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 5,12 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan II/2025, meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya di level 4,87 persen. Kondisi ini diharapkan bisa terus terjadi, bahkan menguat lebih baik hingga akhir tahun.

“Konsumsi rumah tangga masih menjadi motor penggerak utama, terutama didorong oleh libur Lebaran dan sekolah,” kata Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro, dalam Mandiri Economic Outlook Q3 2025, Kamis, 28 Agustus 2025.

|Baca juga: BI Siap Perkuat Sinergi Global Dukung Ekosistem Pembayaran Antarnegara di Era Digital

|Baca juga: SMBC Indonesia (BTPN) Komitmen Berdayakan UMKM Lewat Gelar Daya Fest 2025

Konsumsi masyarakat tumbuh 4,97 persen yoy, lebih tinggi dari 4,89 persen pada triwulan I/2025. Faktor lain yang turut mendorong pertumbuhan adalah investasi, yang melonjak 6,99 persen yoy pada triwulan II/2025 dari hanya 2,12 persen di triwulan sebelumnya. Peningkatan ini terlihat dari naiknya impor barang modal, terutama mesin dan peralatan.

Berdasarkan data dari Mandiri Spending Index (MSI), pertumbuhan tahunan triwulan II/2025 didorong oleh kategori belanja yang terkait dengan leisures, mobility, dan juga educational services. Belanja masyarakat yang terkait dengan transportasi tumbuh 71 persen (yoy).

Ia menyatakan penduduk usia muda yang mendominasi struktur penduduk Indonesia menjadi faktor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi sektoral terkait experience-based consumption. Sehingga segmen ini perlu dijaga sebagai katalis positif pendorong pertumbuhan ekonomi.

|Baca juga: BI Rate Dipangkas, Bos Bank Mandiri (BMRI): Sinyal Positif bagi Dunia Usaha

|Baca juga: Waduh! Pengamat Sebut Kasus Jiwasraya Bikin Premi Asuransi Lari ke Luar Negeri

Namun, terdapat beberapa tren perubahan yang perlu diantisipasi ke depan, seperti back to basic necessities. Sampai dengan minggu ketiga Agustus, belanja supermarket tumbuh 4,2 persen dibandingkan dengan akhir periode liburan, yang tertinggi dari sub-kelompok belanja lainya.

Artinya, lanjutnya, usai libur sekolah, masyarakat kembali ke supermarket untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga. Selain itu, Bank Mandiri juga melihat terdapat kenaikan preferensi belanja masyarakat untuk experienced-based seperti makan di luar, travel, dan transportasi dibandingkan dengan pembelian barang.

“Hal ini tercermin dari index belanja experience-based yang meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan 2024,” pungkas Andry.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Berikut 5 Saham yang Bikin Kamu Ketiban ‘Durian Runtuh’ di Akhir Pekan
Next Post Ekonom Bank Mandiri Yakin Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,96% di 2025

Member Login

or