Media Asuransi, JAKARTA – Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menyebutkan kinerja investasi mengalami lonjakan signifikan dengan tumbuh 6,99 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan II/2025, terutama pada sektor mesin dan peralatan.
“Belanja pemerintah mulai membaik, meski masih terkontraksi tipis yakni minus 0,33 persen yoy, sementara kinerja ekspor tetap positif berkat langkah antisipatif eksportir yang mempercepat pengiriman barang sebelum penerapan tarif resiprokal AS,” kata Andry, dalam Mandiri Economic Outlook Q3 2025, Kamis, 28 Agustus 2025.
|Baca juga: LPS Klaim Kinerja Perbankan Tetap Kinclong di Tengah Ketidakpastian Global
|Baca juga: Pemerintah Genjot Pembiayaan di Sektor Produktif Lewat 4 Skema Kredit, Apa Saja?
Di dalam negeri, lanjutnya, inflasi Juli 2025 tercatat 2,37 persen yoy, masih terkendali meski dipengaruhi biaya pendidikan dan harga pangan. Pasar keuangan juga mulai stabil, didukung aliran modal asing. Hal ini memberi ruang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi lima persen pada Agustus 2025.
“Bank Mandiri memproyeksikan perekonomian Indonesia pada 2025 masih berpeluang tumbuh 4,96 persen di tengah berbagai tekanan global maupun domestik. Untuk menjaga momentum tersebut, diperlukan dukungan kebijakan countercyclical yang mampu memberikan bantalan bagi perekonomian dalam menghadapi tekanan eksternal,” kata Andry.
|Baca juga: LPS Resmi Turunkan Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75%
Dari sisi moneter, ia menyatakan, kebijakan Bank Indonesia diperkirakan tetap akomodatif, seiring masih terbukanya ruang pelonggaran apabila stabilitas harga terjaga dan risiko eksternal dapat dimitigasi. Sementara kebijakan fiskal juga perlu lebih akomodatif.
“Dengan percepatan realisasi belanja agar dapat berperan sebagai penopang perekonomian di tengah tingginya ketidakpastian global,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News