1
1

Gita Wirjawan Yakin Danantara Bakal Jadi Magnet di WEF 2026

Ilustrasi. | Foto: Danantara Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Mantan Menteri Perdagangan dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan menilai kehadiran Danantara dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2026 berpotensi menjadi magnet utama perhatian pelaku ekonomi dan bisnis global.

Gita menilai posisi Danantara sebagai pengelola dan pengalokasi investasi berskala besar memberikan daya tarik strategis bagi Indonesia di panggung ekonomi dunia. Hal itu, lanjutnya, karena Danantara menyampaikan poin-poin strategis tentang ekonomi dan bisnis Indonesia.

“Posisi Danantara sebagai pengelola investasi akan menarik perhatian para pelaku bisnis dan investor global,” ujar Gita, dalam keterangan resminya, Kamis, 15 Januari 2026.

WEF merupakan forum penting untuk menyampaikan narasi masa depan ekonomi Indonesia, terutama melalui peran Danantara sebagai institusi pengelola investasi yang berorientasi pada kolaborasi domestik, regional, maupun global.

Dalam WEF, Indonesia tidak hanya berbicara mengenai peluang investasi domestik, tetapi juga posisi Danantara sebagai mitra strategis dalam alokasi modal lintas negara. Forum WEF, lanjutnya, juga bisa menjadi ruang untuk membangun jejaring ekonomi global.

|Baca juga: Chandra Asri Group Gelar Pemeliharaan Terjadwal untuk Jaga Keandalan Operasional Pabrik Petrokimia

|Baca juga: Alamtri Resmi (ADRO) Alihkan 1,36 Miliar Saham Hasil Buyback, Ini Dampaknya!

|Baca juga: Prajogo Pangestu Tambah Kepemilikan di BREN senilai Rp11,87 Miliar

“Danantara, dengan mandat dan skala pengelolaan investasinya, memiliki daya tawar kuat untuk berdialog langsung dengan pemilik modal dan pelaku usaha dunia,” kata Gita.

Keberadaan Danantara sebagai alokator modal, masih kata Gita, bisa memberikan sinyal penting bahwa Indonesia siap berkolaborasi secara setara dengan berbagai institusi dan pelaku ekonomi internasional.

Narasi ini dinilainya sejalan dengan praktik yang telah lama dilakukan negara lain, seperti Singapura melalui GIC dan Temasek, yang sukses menjadikan institusi pengelola investasi sebagai pintu masuk kemitraan global, khususnya di sektor inovasi dan teknologi.

Lebih lanjut, Gita mengatakan, Danantara bisa berperan strategis dalam menjembatani persepsi global terhadap Indonesia, terutama dengan menerjemahkan ketidakpastian menjadi risiko yang terukur.

Melalui pendekatan tersebut, para investor dapat menilai peluang Indonesia secara lebih objektif dan terstruktur. Ia meyakini, dengan narasi yang tepat, Danantara tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di WEF 2026, tetapi juga mendorong masuknya investasi yang berkelanjutan dan produktif.

“Narasi bahwa Indonesia mengelola modal besar untuk kolaborasi global, inovasi, dan kemakmuran bersama, serta narasi Indonesia ke depan akan lebih baik sangat diperhitungkan di forum tersebut,” kata Gita.

Sebagai informasi, pemerintah akan memboyong BPI Danantara ke ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss pada 19–23 Januari 2026. Forum ini menjadi momentum penting bagi Danantara untuk mengakselerasi rencana ekspansi investasi di tingkat global, khususnya dengan memanfaatkan pertemuan strategis dengan berbagai mitra internasional.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Kenaikan Pajak Turis dan Larangan WN China Tekan Minat Wisata ke Jepang di 2026
Next Post Garuda Indonesia Terbangkan 1,5 Juta Penumpang di Libur Nataru

Member Login

or