Media Asuransi, JAKARTA – Hasil analisis menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi sumber daya manusia yang berdampak positif pada konsumsi rumah tangga di seluruh kelompok pendapatan. Hal itu terutama melalui perbaikan gizi anak tanpa menimbulkan tekanan fiskal permanen karena dirancang bersifat fiskal-netral.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufikurahman menyampaikan analisis itu merupakan riset yang menggunakan Model Overlapping Generation Indonesia (OGIDN) yang dikembangkan bersama UN DESA, Kementerian PPN/Bappenas, dan Universitas Diponegoro.
“(Hal itu) untuk mengkaji dampak kebijakan terhadap pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan fiskal lintas generasi,” kata Rizal, dalam sebuah diskusi yang digelar secara daring, dikutip dari keterangannya, Jumat, 9 Januari 2026.
|Baca juga: Profil Budi Tampubolon, Dirut IFG Life yang Resmi Mengakhiri Masa Jabatannya per Januari 2026
|Baca juga: Masa Jabatannya Berakhir di IFG Life per Januari 2026, Berikut Profil Bugi Riagandhy
|Baca juga: OJK Cabut Izin Pendirian Unit Syariah PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
Ia menambahkan dampak MBG terhadap pasar tenaga kerja dan suku bunga riil bersifat kecil dan sementara, mencerminkan peningkatan efisiensi dan kualitas tenaga kerja. Sementara itu, Danantara diposisikan sebagai instrumen dana abadi jangka panjang untuk menjawab tantangan fiskal struktural dan mendorong pertumbuhan dari sisi penawaran.
“Dengan proyeksi peningkatan PDB hingga sekitar tiga persen pada fase puncak dan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang. Riset ini menegaskan pentingnya ketepatan sasaran dan evaluasi kebijakan berbasis hasil jangka panjang agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan lintas generasi,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
