1
1

Inflasi RI Disebut Masih Terkendali di 2025, BI Beberkan Penyebabnya!

Gedung Bank Indonesia. | Foto: BI

Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada 2025 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen. Pada Desember 2025, inflasi IHK tercatat sebesar 2,92 persen secara tahunan (yoy).

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan inflasi yang terjaga didukung oleh rendahnya inflasi inti dan konsistensi kebijakan moneter bank sentral dalam menjangkar ekspektasi inflasi. Inflasi inti pada Desember 2025 tercatat 2,38 persen (yoy), sejalan dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang masih berada di bawah kapasitas serta tekanan inflasi impor yang terkendali.

“Inflasi IHK 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen, dengan inflasi IHK Desember 2025 sebesar 2,92 persen secara yoy,” kata Perry, dalam rapat Hasil RDG BI, Rabu, 21 Januari 2026.

Selain itu, inflasi kelompok harga yang diatur pemerintah atau Administered Prices (AP) juga tercatat rendah. Pada Desember 2025, inflasi kelompok ini berada di level 1,93 persen (yoy), mencerminkan minimnya tekanan dari penyesuaian harga yang ditetapkan pemerintah.

|Baca juga: BRI (BBRI) Siap Tebar Dividen Interim Rp137 per Saham, Cek Jadwal Lengkapnya di Sini!

|Baca juga: Bos OJK Harap Penyaluran Pendanaan Pindar Meningkat di Ramadan 2026

|Baca juga: JMA Syariah (JMAS) Catat Laba Bersih Naik 42% di 2025

Di sisi lain, tekanan inflasi masih terlihat pada kelompok harga pangan bergejolak atau Volatile Food (VF). Inflasi VF tercatat sebesar 6,21 persen (yoy), terutama disumbang oleh kenaikan harga bawang merah akibat terbatasnya pasokan yang dipengaruhi gangguan cuaca serta kenaikan harga benih.

“Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi 2026 dan 2027 tetap terjaga rendah dalam sasaran 2,5±1 persen,” ujar Perry.

BI memperkirakan inflasi inti tetap rendah seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar, kapasitas ekonomi yang masih besar, tekanan imported inflation yang terkendali, serta dampak positif dari digitalisasi.

Sementara itu, inflasi pangan bergejolak diperkirakan tetap terkendali melalui sinergi pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID) serta penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post IMF: Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh Kuat di Tengah Ketidakpastian Global
Next Post BI Pede Pertumbuhan Kredit Perbankan Tembus 12% di 2026

Member Login

or